kegiatan belajar 3. Perawatan peralatan - Teknologi ku

Selasa, 08 Mei 2018

kegiatan belajar 3. Perawatan peralatan


Struktur Dan Fungsi Komputer

Peralatan/Komponen pada PC meliputi unit input, unit proses, dan unit output. Supaya komputer dapat digunakan untuk mengolah data, maka harus berbentuk suatu sistem yang disebut dengan sistem komputer. Secara umum, sistem terdiri dari elemen-elemen yang saling berhubungan membentuk satu kesatuan untuk melaksanakan suatu tujuan pokok dari sistem tersebut.
Tujuan pokok dari sistem komputer adalah mengolah data untuk menghasilkan informasi sehingga perlu didukung oleh elemen-elemen yang terdiri dari perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan brainware. Perangkat keras adalah peralatan komputer itu sendiri, perangkat lunak adalah program yang berisi perintah-perintah untuk melakukan proses tertentu, dan brainware adalah manusia yang terlibat di dalam mengoperasikan serta mengatur sistem komputer. Ketiga elemen sistem komputer tersebut harus saling berhubungan dan membentuk  satu kesatuan.  Perangkat keras tanpa perangkat lunak tidak akan berarti apa-apa, hanya berupa benda mati. Kedua perangkat keras dan lunak juga tidak dapat berfungsi jika tidak ada manusia yang mengoperasikannya. Struktur komputer didefinisikan sebagai cara-cara dari tiap komponen saling terkait. Sedangkan fungsi komputer didefinisikan sebagai operasi masing-masing komponen sebagai bagian dari struktur. Adapun fungsi dari masing-masing komponen dalam struktur tersebut adalah sebagai berikut :

a) Input Device (Alat Masukan)
Adalah perangkat keras komputer yang berfungsi sebagai alat untuk memasukan  data  atau  perintah  ke  dalam  komputer.  Input  device adalah alat yang digunakan untuk menerima input dari luar sistem, dan  dapat  berupa  signal  input  atau  maintenance  input.  Di  dalam sistem komputer, signal input berupa data yang dimasukkan ke dalam sistem komputer, sedangkan maintenance input berupa program yang digunakan untuk mengolah data yang dimasukkan. Dengan demikian, alat input selain digunakan untuk memasukkan data juga untuk memasukkan program.
                       
       Beberapa alat input mempunyai fungsi ganda, yaitu disamping sebagai alat input juga berfungsi sebagai alat output sekaligus. Alat yang demikian disebut sebagai    terminal. Terminal dapat dihubungkan ke sistem komputer dengan menggunakan kabel langsung atau lewat alat komunikasi. Terminal           dapat    digolongkan menjadi non intelligent terminal, smart terminal, dan intelligent terminal. Non intelligent terminal hanya berfungsi sebagai alat memasukkan     input    dan penampil output, dan tidak   bisa   diprogram   karena   tidak   mempunyai   alat   pemroses. Peralatan       seperti ini             juga disebut sebagai dumb terminal. Smart terminal mempunyai alat pemroses     dan       memori            di dalamnya sehingga input yang terlanjur dimasukkan      dapat dikoreksi kembali.           Walaupun demikian,  terminal  jenis  ini  tidak  dapat  diprogram  oleh  pemakai, kecuali oleh pabrik pembuatnya.         Sedangkan intelligent         terminal            dapat diprogram oleh pemakai. Peralatan yang hanya berfungsi sebagai   alat             input    dapat digolongkan menjadi alat input langsung dan tidak langsung. Alat input langsung yaitu input yang dimasukkan langsung diproses oleh alat pemroses, sedangkan alat input tidak langsung melalui media tertentu sebelum suatu input diproses oleh alat pemroses.

     Alat input langsung dapat berupa papan ketik (keyboard), pointing device (misalnya mouse, touch screen, light pen, digitizer graphics tablet), scanner (misalnya magnetic ink character recognition, optical data  reader  atau  optical  character  recognition  reader),  sensor (misalnya digitizing camera), voice recognizer (misalnya microphone). Sedangkan  alat  input  tidak  langsung  misalnya  keypunch  yang dilakukan melalui media punched card (kartu plong), dan key-to-disk yang merekam data ke media magnetic disk (misalnya harddisk) sebelum diproses lebih lanjut.

b)    Output Device (Alat Keluaran)
Adalah perangkat keras komputer yang berfungsi untuk menampilkan keluaran sebagai hasil pengolahan data. Keluaran dapat berupa hardcopy (ke kertas), softcopy (ke monitor), ataupun berupa suara. Output  yang  dihasilkan  dari  pemroses  dapat  digolongkan  menjadi empat  bentuk,  yaitu tulisan  (huruf,  angka,  simbol  khusus), image (dalam bentuk grafik atau gambar), suara, dan bentuk lain yang dapat dibaca oleh mesin (machine-readable form). Tiga golongan pertama adalah   output   yang  dapat   digunakan   langsung   oleh   manusia, sedangkan golongan terakhir biasanya digunakan sebagai input untuk proses selanjutnya dari komputer.
c)    I/O Ports
Bagian ini digunakan untuk menerima ataupun mengirim data ke luar sistem. I/O Port juga biasa disebut dengan bagian interface (antar muka) karena peralatan input dan output di atas terhubung melalui port ini.

d)    CPU (Central Processing Unit) CPU merupakan otak sistem komputer, dan memiliki dua bagian fungsi operasional, yaitu: ALU (Arithmetical Logical Unit) sebagai pusat pengolah data, dan CU (Control Unit) sebagai pengontrol kerja komputer.

e)    Memori
Semua data dan program yang dimasukkan melalui alat input akan disimpan terlebih dahulu di memori utama, khususnya RAM, yang dapat diakses secara acak (dapat diisi/ditulis, diambil, atau dihapus isinya) oleh pemrogram.  ROM hanya dapat dibaca sehingga pemrogram tidak bisa mengisi sesuatu ke dalam ROM. ROM sudah diisi oleh pabrik pembuatnya berupa sistem operasi yang terdiri dari program-program pokok  yang  diperlukan  oleh sistem komputer.

 Selanjutnya untuk merakit komputer personal anda dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :
1)    Ambil motherboard dan letakkan di tempat yang aman. Persiapkan peralatan dan buku manual dari masingmasing komponen PC. Baut motherboard dengan papan casing, sehingga akan lebih kuat dan aman.
2)   Pasanglah  processor  pada  tempatnya                     (soket-nya)  perhatikan tanda  pada processor harus ditempatkan sesuai dengan tanda yang  ada  pada  soket tersebut  (tidak boleh                        terbalik).  Kuncilah       tangkai pengunci yang biasanya terdapat disisi soket processor. Perhatikan kode titik atau sisi processor dengan       bentuk miring merupakan petunjuk agar bagian processor itu dipasang pada bagian  slot  yang  memiliki  tanda  sama.  Bacalah  dengan  baik manual processor dari pabriknya, apabila kurang hati-hati atau terbalik memasang processor ini bisa berakibat fatal. Kemudian pasanglah kipas pendingin diatasnya

3)  Pasanglah memori RAM pada tempatnya dengan baik, perhatikan sudut memori yang biasanya berlekuk harus ditempatkan pada tempatnya secara hati-hati. Apabila terbalik memasangnya, maka memori akan sulit dimasukan.
Dudukan memori di motherboard memiliki pengunci yang akan bergerak mengunci bersamaan dengan masuknya memori ke dalamnya.
4)   Masukan motherboard  ke  dalam casing, kaitkanlah pengait plastik yang biasa disediakan oleh pabrik casing, ke dalam lubang yang terdapat pada motherboard. Pada sudut yang memungkinkan untuk ditempatkan baut, bautlah motherboard tersebut pada casing untuk menghindarkan terjadinya pergeseran motherboard pada waktu anda memindahmindahkan CPU nantinya. 

5)   Pasanglah memori RAM pada tempatnya dengan baik, perhatikan sudut memori yang biasanya berlekuk harus ditempatkan pada tempatnya secara hati-hati. Apabila terbalik memasangnya, maka memori akan sulit dimasukan. Dudukan memori di motherboard memiliki pengunci yang akan bergerak mengunci bersamaan dengan masuknya memori ke dalamnya 
6)   Masukan motherboard  ke  dalam casing, kaitkanlah pengait plastik yang biasa disediakan oleh pabrik casing, ke dalam lubang yang terdapat pada motherboard. Pada sudut yang memungkinkan untuk ditempatkan baut, bautlah motherboard tersebut pada casing untuk menghindarkan terjadinya pergeseran motherboard pada waktu anda memindahmindahkan CPU nantinya. 1)    Pasanglah power supply pada casing dan sambungkan kabel khusus catu daya motherboard yang ada pada prower suply, menyesuaikan jenis konektor yang disediakan oleh power supply untuk disambungkan ke motherboard.       Mengingat terdapat       berbagai           ukuran motherboard      beserta perbedaan konektor catu daya yang dimiliki maka dapat menggunakan konektor tambahan jika diperlukan untuk mengalirkan listrik ke motherboard
2)    Pasanglah hard disk, DVD ROM drive pada tempat yang telah tersedia dalam casing
CPU, kencangkan dudukannya dengan baut secara hati-hati.

3)    Sambungkan kabel dari power suply ke slot power yang terdapat di hard disk, dan DVD ROM drive. Perhatikan sudut konektor plastiknya pada kabel tersebut biasanya sudah dirancang pas sesuai dengan dudukan yang terdapat pada hard disk atau  DVD  ROM  drive.  Bila  anda  memasang  konektor  ini terbalik, maka pada saat anda memasukan konektor tersebut akan terasa sedikit sulit. Segeralah cabut konektornya dan masukan kembali pada posisi yang tepat. Bila power suply tidak memiliki kabel power untuk perangkat SATA maka dapat menggunakan kabel konektor tambahan.
4)    Sambungkan kabel data pada dudukan hard disk dan DVD ROM drive. Kabel ini  berfungsi untuk dapat menghubungkan peralatan tersebut ke motherboard. Sambungkan kabel dari hard disk dan DVD ROM ke slot di motherboard, sesuaikan jenis konektor SATA atau IDE. 
1)    Pasanglah VGA card pada slotnya, bila memiliki card dari jenis        AGP,    harus menempatkan card tersebut pada slot AGP di motherboard. Bila anda memiliki card VGA jenis PCI express, anda harus pasangkan card tersebut pada slot             bus       PCI       express di motherboard. Tetapi jika VGA berupa VGA onboard, tinggal mengatur dalam BIOS.
2)    Pasang  expansion   card   tambahan   pada  PCI.
Expansion card dapat berupa LAN card, sound card , TV tunner card, video capture dan lain-ain. Setelah itu kencangkan dengan baut dengan dudukan casing PC.
1)    Hubungkan konektor kabel penghubung tombol "Reset" ke pin "Reset" yang terdapat pada motherboard.
Hubungkan pula konektor kabel penghubung speaker ke pin bertuliskan speaker yang ada pada motherboard. Hubungkan kabel lampu indikator berikut kabel penghubungnya dengan konektornya ke motherboard.
2)    Pasanglah kabel data dari monitor ke slot yang terdapat di card VGA, perhatikan  konektornya  memiliki  3  deretan  kaki  yang tersusun rapi, dengan konektor berbentuk trapesium. Bila VGA memiliki slot DVI atau HDMI maka gunakan kabel data DVI atau HDMI, dapat juga menggunakan konverter bila monitor tidak memiliki slot DVI atau HDMI
3)    Pasangkan konektor keyboard ke slot keyboard yang terdapat di motherboard atau bila keyboard menggunakan konektor USB dapat dihubungkan ke slot usb. Dan perangkat yang lain.
4)    Pasangkan kabel listrik (power) dari layar monitor ke slot power yang terdapat  di  bagian belakang power suply yang telah terpasang pada casing CPU atau dapat memasang kabel listrik tersebut ke jala-jala listrik rumah anda. Pasangkan kabel listrik untuk CPU ke slot yang terdapat pada power suply di bagian belakang casing CPU.
2. POST (Power On Self Test)
Peralatan/Komponen pada PC meliputi unit input, unit proses, dan unit output. Supaya komputer dapat digunakan untuk mengolah data, maka harus berbentuk suatu sistem yang disebut dengan sistem komputer. Secara umum, sistem terdiri dari elemen-elemen yang saling berhubungan membentuk satu kesatuan untuk melaksanakan suatu tujuan pokok dari sistem tersebut. 
Setelah berhasil merakit sebuah Personal Komputer, bukan berarti akan langsung bisa mempergunakan komputer tersebut. Langkah berikutnya adalah masih harus mengatur BIOS, dan memasang (menginstal) sistem operasi dan program aplikasi ke dalam hard disknya.
Sebelum  mengatur  program  BIOS, cek  kembali semua langkah yang telah dilakukan tadi. Setelah yakin benar  dan  sudah  sesuai  dengan  keterangan  yang tercantum dalam manual pabrik dari setiap peralatan tadi maka dilanjutkan melakukan pengaturan BIOS.
Basic Input Output System atau sering disebut BIOS merupakan firmware. BIOS digunakan untuk mengatur komponen PC secara 111
software, komponen PC yang dapat diseting melalui BIOS hanya tertentu saja, dan merupakan komponen pokok dalam sebuah PC dan komponen yang terintegrasi dengan mainboard (Onboard). Berikut komponen yang dapat di set melalui BIOS:
       Hard disk
       DVD-ROM 
       RAM 
       Processor 
       LAN onboard
       Souncard onboard
       VGA onboard
POST (Power on Self-Test) yaitu test yang dilakukan oleh PC untuk mengecek fungsi-fungsi komponen pendukung PC        apakah bekerja dengan baik. POST dilakukan PC pada saat booting, jika PC mengalami suatu  masalah  maka  akan  dapat  terdeteksi  gejala  kesalahannnya melalui POST, PC akan memberikan pesan/peringatan kesalahan dalam bentuk suara yang dihasilkan melalui speaker atau tampilan visual di monitor. Selain itu pesan/peringatan kesalahan juga      dapat    dideteksi melalui kinerja dari PC, misalkan PC tidak hidup walaupun sumber listrik AC sudah terhubung dan tombol power sudah ditekan.
POST memungkinkan user dapat mendeteksi,          mengisolasi, menentukan,         dan       menemukan kesalahan        sehingga           dapat memperbaiki       penyimpangan atau  kerusakan yang terjadi pada PC. Mekanisme POST disediakan oleh semua produk PC atau motherboard dan tersimpan di dalam ROM atau flash ROM BIOS. Secara umum proses dan prosedur yang dilakukan dalam POST pada semua produk motherboard            sama.   Terdapat beberapa        perbedaan         yang menjadikan          ciri       dari      produk motherboard tertentu, tetapi pada dasarnya tetap sama.
POST dilakukan sesaat setelah komputer dihidupkan dan mulai booting, proses ini dilakukan oleh BIOS. Adapun urutan prosedur
POST adalah sebagai berikut :
1)    Test Power Supply ditandai dengan lampu power hidup dan kipas pendingin power supply berputar.
2)    Secara otomatis dilakukan reset terhadap   kerja CPU oleh sinyal power good yang dihasilkan oleh power supply jika dalam kondisi baik pada saat dihidupkan, kemudian  CPU mulai melaksanakan instruksi awal pada ROM BIOS dan selanjutnya.
3)    Pengecekkan terhadap BIOS dan isinya. BIOS harus dapat dibaca. Instruksi awal ROM BIOS adalah jump (lompat) ke alamat program POST.
4)    Pengecekkan terhadap CMOS, CMOS harus dapat bekerja dengan baik. Program POST diawali dengan membaca data setup (seting hardware awal) pada RAM CMOS setup, sebagai data acuan untuk pengecekan.
5)    Melakukan pengecekkan CPU, timer (pewaktuan), kendali memori akses langsung, memory bus dan memory module.
6)    Memori sebesar 16 KB harus tersedia dan  dapat dibaca/ditulis untuk keperluan
ROM BIOS dan menyimpan kode POST.
7)    Pengecekkan I/O controller dan bus controller. Controller tersebut harus dapat bekerja untuk mengontrol proses read/write data. Termasuk I/O untuk VGA card yang terhubung dengan monitor.


113
Jika ada salah satu prosedur POST yang tidak berhasil dilewati maka PC akan menerima pesan/peringatan kesalahan dari POST. Pesan/peringatan kesalahan  berupa  kode  beep  yang  dikeluarkan melalui speaker yang terhubung dengan motherboard atau tampilan di layar monitor sesuai dengan standar masing-masing motherboard.
Pesan/peringatan kesalahan hasil POST berupa tampilan performance PC, visual di monitor dan beep dari speaker. Sesuai dengan urutan prosedur POST yang   dilakukan oleh BIOS maka gejala-gejala permasalahan yang muncul adalah sebagai berikut:
 1)    Hubungkan konektor kabel penghubung tombol "Reset" ke pin "Reset" yang terdapat pada motherboard.
Hubungkan pula konektor kabel penghubung speaker ke pin bertuliskan speaker yang ada pada motherboard. Hubungkan kabel lampu indikator berikut kabel penghubungnya dengan konektornya ke motherboard.
2)    Pasanglah kabel data dari monitor ke slot yang terdapat di card VGA, perhatikan  konektornya  memiliki  3  deretan  kaki  yang tersusun rapi, dengan konektor berbentuk trapesium. Bila VGA memiliki slot DVI atau HDMI maka gunakan kabel data DVI atau HDMI, dapat juga menggunakan konverter bila monitor tidak memiliki slot DVI atau HDMI
3)    Pasangkan konektor keyboard ke slot keyboard yang terdapat di motherboard atau bila keyboard menggunakan konektor USB dapat dihubungkan ke slot usb. Dan perangkat yang lain.
4)    Pasangkan kabel listrik (power) dari layar monitor ke slot power yang terdapat  di  bagian belakang power suply yang telah terpasang pada casing CPU atau dapat memasang kabel listrik tersebut ke jala-jala listrik rumah anda. Pasangkan kabel listrik untuk CPU ke slot yang terdapat pada power suply di bagian belakang casing CPU.
2. POST (Power On Self Test)
Peralatan/Komponen pada PC meliputi unit input, unit proses, dan unit output. Supaya komputer dapat digunakan untuk mengolah data, maka harus berbentuk suatu sistem yang disebut dengan sistem komputer. Secara umum, sistem terdiri dari elemen-elemen yang saling berhubungan membentuk satu kesatuan untuk melaksanakan suatu tujuan pokok dari sistem tersebut. 
Setelah berhasil merakit sebuah Personal Komputer, bukan berarti akan langsung bisa mempergunakan komputer tersebut. Langkah berikutnya adalah masih harus mengatur BIOS, dan memasang (menginstal) sistem operasi dan program aplikasi ke dalam hard disknya Sebelum  mengatur  program  BIOS, cek  kembali semua langkah yang telah dilakukan tadi. Setelah yakin benar  dan  sudah  sesuai  dengan  keterangan  yang tercantum dalam manual pabrik dari setiap peralatan tadi maka dilanjutkan melakukan pengaturan BIOS. Basic Input Output System atau sering disebut BIOS merupakan firmware. BIOS digunakan untuk mengatur komponen PC secara  software, komponen PC yang dapat diseting melalui BIOS hanya tertentu saja, dan merupakan komponen pokok dalam sebuah PC dan komponen yang terintegrasi dengan mainboard (Onboard). Berikut komponen yang dapat di set melalui BIOS:
       Hard disk
       DVD-ROM 
       RAM 
       Processor 
       LAN onboard
       Souncard onboard
       VGA onboard
POST (Power on Self-Test) yaitu test yang dilakukan oleh PC untuk mengecek fungsi-fungsi komponen pendukung PC        apakah bekerja dengan baik. POST dilakukan PC pada saat booting, jika PC mengalami suatu  masalah  maka  akan  dapat  terdeteksi  gejala  kesalahannnya melalui POST, PC akan memberikan pesan/peringatan kesalahan dalam bentuk suara yang dihasilkan melalui speaker atau tampilan visual di monitor. Selain itu pesan/peringatan kesalahan juga      dapat    dideteksi melalui kinerja dari PC, misalkan PC tidak hidup walaupun sumber listrik AC sudah terhubung dan tombol power sudah ditekan.
POST memungkinkan user dapat mendeteksi,          mengisolasi, menentukan,         dan       menemukan kesalahan        sehingga           dapat memperbaiki       penyimpangan atau  kerusakan yang terjadi pada PC. Mekanisme POST disediakan oleh semua produk PC atau motherboard dan tersimpan di dalam ROM atau flash ROM BIOS. Secara umum proses dan prosedur yang dilakukan dalam POST pada semua produk motherboard            sama.   Terdapat beberapa        perbedaan         yang menjadikan          ciri       dari      produk motherboard tertentu, tetapi pada dasarnya tetap sama.
POST dilakukan sesaat setelah komputer dihidupkan dan mulai booting, proses ini dilakukan oleh BIOS. Adapun urutan prosedur
POST adalah sebagai berikut :
1)    Test Power Supply ditandai dengan lampu power hidup dan kipas pendingin power supply berputar
2)    Secara otomatis dilakukan reset terhadap   kerja CPU oleh sinyal power good yang dihasilkan oleh power supply jika dalam kondisi baik pada saat dihidupkan, kemudian  CPU mulai melaksanakan instruksi awal pada ROM BIOS dan selanjutnya.
3)    Pengecekkan terhadap BIOS dan isinya. BIOS harus dapat dibaca. Instruksi awal ROM BIOS adalah jump (lompat) ke alamat program POST.
4)    Pengecekkan terhadap CMOS, CMOS harus dapat bekerja dengan baik. Program POST diawali dengan membaca data setup (seting hardware awal) pada RAM CMOS setup, sebagai data acuan untuk pengecekan.
5)    Melakukan pengecekkan CPU, timer (pewaktuan), kendali memori akses langsung, memory bus dan memory module.
6)    Memori sebesar 16 KB harus tersedia dan  dapat dibaca/ditulis untuk keperluan
ROM BIOS dan menyimpan kode POST.
7)    Pengecekkan I/O controller dan bus controller. Controller tersebut harus dapat bekerja untuk mengontrol proses read/write data. Termasuk I/O untuk VGA card yang terhubung dengan monitor.
      Jika ada salah satu prosedur POST yang tidak berhasil dilewati maka PC akan menerima pesan/peringatan kesalahan dari POST. Pesan/peringatan kesalahan  berupa  kode  beep  yang  dikeluarkan melalui speaker yang terhubung dengan motherboard atau tampilan di layar monitor sesuai dengan standar masing-masing motherboard.

Pesan/peringatan kesalahan hasil POST berupa tampilan performance PC, visual di monitor dan beep dari speaker. Sesuai dengan urutan prosedur POST yang   dilakukan oleh BIOS maka gejala-gejala permasalahan yang muncul adalah sebagai berikut:   


Permasalahan yang terjadi pada saat komputer telah lolos dari POST akan lebih kompleks karena melibatkan fungsi perangkat keras dan lunak yang lebih luas terutama perangkat lunak. Sehingga kemungkinan kesalahan akan semakin banyak. Karena secara umum komponen perangkat keras pada sistem PC tidak ada perubahan, tetapi perangkat lunak yang terpasang bermacam-macam dan dimungkinkan akan sering berganti. Perangkat lunak yang terpasang di PC dibagi menjadi 2 yaitu sistem operasi dan program aplikasi. Sistem operasi merupakan suatu perangkat lunak yang berfungsi untuk mengelola semua sumberdaya sistem komputer di antaranya perangkat keras, program aplikasi, dan user untuk menjadi suatu sistem yang dapat bekerja dengan baik. Program aplikasi adalah perangkat lunak yang digunakan oleh user untuk melaksanakan pekerjaan atau aplikasi tertentu seperti mengetik, menggambar, menghitung, mendengarkan musik  dan  lain-lain. Program aplikasi yang dimaksud disini adalah semua perangkat lunak selain sistem operasi, diantaranya program aplikasi seperti perkantoran, bahasa pemrograman, virus, utility dan lain-lain. Pembagian ini belum diklasifikasikan berdasarkan jenis maupun kegunaan aplikasinya.
Program aplikasi tidak dapat bekerja tanpa adanya sistem operasi, karena sistem operasi akan menghubungkan fungsi-fungsi hardware dengan program aplikasi, seperti fungsi keyboard, mouse, VGA adapter, monitor, port untuk pencetakan di printer dan lain-lain. 
Sistem operasi yang ada saat ini telah begitu banyak, di antaranya yang diproduksi oleh Microsoft seperti Dos dan Windows dalam beberapa aplikasi dan versi Sedangkan yang lain adalah UNIX, Linux dan variannya dan lain-lain. Program          Aplikasi           di         antaranya  Microsoft office, anti virus dan utilities seperti Norton dan lain-lain.
Kinerja PC dipengaruhi oleh spesifikasi dan instalasi perangkat keras, sistem operasi yang digunakan, program aplikasi yang dipasang, manajemen memori, gangguan dan serangan dari luar seperti virus, spyware, hacker dan lain-lain. Gejala-gejala yang ditimbulkan akan membantu user untuk mengenal dan mengidentifikasi masalah yang muncul.
Untuk mendiagnosis permasalahan komputer, dapat dilakukan melalui serangkaian langkah yang terstruktur. Adapun langkah-langkah dalam menyelesaikan permasalahan komputer tersebut adalah sebagai berikut :
a.   Mengidentifikasi permasalahan
       Masalah yang ada diidentifikasi dengan beberapa prosedur, diantaranya, melalui POST.
b.    Menganalisis permasalahan Pesan/peringatan kesalahan yang ditunjukkan melalui POST atau pun oleh komponen lain dikomputer dianalisis letak atau sumber komponen yang menjadi penyebab timbulnya permasalahan.
c.     Mengklasifikasikan
permasalahan
Melakukan pengelompokkan permasalahan, dapat dilakukan berdasarkan hardware, software atau permasalahan itu sendiri.
d.    Menentukan hipotesa awal penyebab masalah Dengan mengklasifikasikan suatu permasalahan, maka dapat ditentukan hipotesa awal bagian yang bermasalah dan penyebab masalah. Hal ini dipakai sebagai acuan untuk mencari cara yang tepat  dalam  mengatasi  masalah  dan  mencegah  timbulnya kembali masalah yang sama.
e.    Mengisolasi permasalahan
Masalah yang sudah diklasifikasikan, difokuskan pada ruang lingkup yang lebih kecil. Ini untuk memudahkan menemukan sumber masalah, dan tidak terjadi salah dalam menangani masalah. Misalkan kerusakan terjadi pada CD ROM, tetapi penanganan dilaksakan pada masalah VGA Card.
f.      Selanjutnya dapat dilakukan tindakan perbaikan 

Untuk lebih mudahnya test dilakukan dengan bantuan beberapa peralatan luar, antara lain printer yang terpasang pada paralel port atau USB port, mouse terpasang pada PS/2 atau usb, monitor yang selalu terpasang pada VGA card, dan CD untuk DVD ROM drive. Adapun urutan prosedur test yang dilakukan  adalah sebagai berikut :
1)     Semua peralatan dipasang sesuai port yang dibutuhkan. 
2)     Booting Komputer, POST akan mengecek semua saluran I/O dan alamat I/O. Jika tidak bermasalah maka semua I/O yang tersedia berfungsi dengan baik
3)             Pengecekkan    fungsi Keyboard dan Mouse.
4)     Pengecekkan tampilan pada layar monitor, Jika tidak bermasalah maka setting layar monitor dapat dimaksimalkan.
5)     Pengecekkan  port  paralel  dan  USB.
6)     Pengecekkan  pembacaan  disk  dan  DVD ROM  melalui  Windows Explorer.
7)     Pengecekkan  kemungkinankemungkinan  kerusakan  hardware   dan       software. Instalasi komponen hardware, secara bergantian dilepas dan dipasang kembali (saat melepas dan memasang komponen hardware kondisi PC harus dimatikan terlebih dahulu) kemudian komputer dihidupkan kembali. Amati dan catat kondisi yang terjadi.
8)     Pengecekkan  pada  PC,  apabila  driver  hardware  dihapus  dan kemudian diinstal kembali.
9)     Mengidentifikasi permasalahan.
10)   Menganalisis permasalahan.
11)   Mengklasifikasikan permasalahan.
12)   Menentukan hipotesa awal penyebab masalah.
13)   Mengisolasi permasalahan. 
3. Perawatan Peralatan
Untuk melakukan perawatan peralatan, dibutuhkan beberapa alat bantu atau tools-kit sebagai berikut :

    Obeng 
Obeng  merupakan  alat  yang  paling  penting  dalam  melakukan perbaikan periferal. Obeng sangat berguna sekali untuk membongkar dan  memasang  periferal  untuk  selanjutnya  dilakukan  perbaikan. Obeng  ada  bermacam-macam  bentuknya.  Mulai  dari  obeng  (+)  , obeng  (-), serta     obeng bintang/kembang.       Untuk melakukan perbaikan periferal perlu dipersiapkan obeng dari berbagai ukuran.         Kuas          untuk membersihkan  kotoran  Kuas      merupakan       peralatan          yang mungkin   sangat   sulit yang           digunakan        untuk   untuk   dibersihkan  dengan membersihkan        debu     atau      memakai kuas atau vacum sarang serangga. Selain itu cleaner. Kotoran atau debu kuas juga digunakan untuk    yang       sangat   tebal dapat membersihkan debu-debu yang         menghambat kinerja periferal. menutup pada fentilasi casing.       Tisu juga dapat digunakan Kuas dapat juga digunakan    untuk memperlancar aliran tinta untuk       membersihkan pada cartridge printer injek, motherboard dan sirip heatsink        karena sifatnya yang mudah pada           prosessor.         Kuas    menyerap cairan. Sedangkan digunakan untuk membersihkan     cairan       pembersih        dapat komponen periferal dari debu       digunakan untuk membersihkan dan      kotoran kotoran      yang     layar monitor, casing, body menyebabkan          kerusakan. monitor, dan body printer. Kain Karena       masalah            kotoran            kering atau tisu juga digunakan seringkali menjadi penyebab      untuk membersihkan kotoran periferal tidak dapat berfungsi          cair       yang     mungkin           akibat lagi dengan baik.         

softdrink, tinta atau air hujan yang masih segar atau belum mengering. Kotoran cair sangat berbahaya jika tidak segera dibersihkan       karena jenis kotoran     ini        dapat menghantarkan arus sehingga dapat mengakibatkan hubungan         pendek atau kerusakan fatal     pada komponen            PC.       Cairan pembersih          juga             dapat digunakan untuk membersihkan noda atau kotoran yang sudah mengering seperti percikan dari tinta printer.        Penyedot debu mini Penyedot debu mini fungsinya hampir sama dengan kuas, yaitu   untuk   menghilangkan kotoran yang menempel pada periferal. Pada ujung penyedot debu mini dilengkapi dengan sikat dengan ukuran yang beragam dimaksudkan untuk disesuaikan luas sempitnya sudut-sudut pada periferal. Alat ini sangat tepat digunakan untuk membersihkan kotoran yang terdapat  pada keyboard, fentilasi udara pada monitor, rangkaian di mainboard, sudutsudut casing dan pada fan.


Untuk   melakukan        pembersihan komponen pada PC harus melalui cara atau prosedur tertentu. Antara satu komponen   dengan komponen yang      lain       berbeda            sehingga  memiliki        urutan             atau             aturan  tersendiri           dalam   metode pembersihannya. Berikut beberapa komponen PC yang perlu dilakukan perawatan.
a. Casing
Casing dapat diibaratkan dengan bangunan atau rumah, dari sebuah komputer, sehingga kekuatan dan keindahan sebuah komputer secara fisik terletak pada casing PC. Pada casing PC biasanya terdapat power supply, fan dan led indikator beserta saklar atau tombol-tombol power dan reset.  
Permasalahan yang sering terjadi dalam case komputer adalah debu yang terbawa oleh fan casing komputer itu sendiri atau sarang serangga. Kotoran tersebut selain menggangu keindahan juga dapat   berdampak   jelek   pada   fan   dan   komponen   lain   pada motherboard. Sehingga perlu dilakukan pembersihan secara rutin. Alat yang digunakan untuk membersihkan case komputer cukup dengan kuas atau dengan penyedot debu mini. Untuk bagian sudut terutama bagian depan perlu diperhatikan pengkabelan yang mudah lepas akibat hentakan  terutama  pada  bagian  kabel  untuk  tombol  saklar.  Pada bagian belakang yang perlu dibersihkan adalah pada bagian ventilasi atau  121

tempat  fan.  Karena  disinilah  debu  semua  mengumpul  akibat hembusan angin yang dibawa oleh fan. 

b. DVD-ROM dan DVD-RW DVD-Rom           atau      DVD-RW merupakan alat yang umum digunakan       saat      ini        untuk membaca dan menulis data ke DVD. DVD-Rom dan DVD-RW merupakan komponen dengan harga      yang     terjangkau        bila dibandingkan dengan data yang dapat       disimpannya.    Masalah yang sering mengganggu pada
DVD-Rom dan       DVD-RW terletak         pada     optik    atau lensanya.   Langkah           yang digunakan untuk membersihkan optic atau lensa dari debu atau kotoran lain adalah dengan menggunakan           C D       cleaner.
Prinsip kerja dari CD cleaner yaitu dengan menggosok bagian yang berdebu atau kotor dengan cairan pembersih dengan memanfaatkan putaran, cd cleaner menggunakan sikat kecil atau sirip yang dipasang pada disk


d. VGA
VGA card atau sering disebut display adapter adalah komponen komputer yang difungsikan untuk mengolah grafik untuk ditampilkan ke layar monitor. Masalah yang sering timbull dalam VGA card adalah panas yang berlebihan, sehingga untuk mengurangi panas yang berlebihan perlu diperhatikan heatsink dan fan nya.
Sebagai perawatannya perlu dilakukan pembersihan dari debu atau kotoran  yang  lain. Untuk membersihkan fan dan heatsink cukup dengan kuas kecil karena fan pada VGA card juga kecil, sehingga harus disesuaikan dengan ukuran fan nya. Selain itu VGA card sering bermasalah pada fan yang berisik atau berbunyi dengan keras. Masalah ini bersumber pada putaran fan yang terlau kencang atau putaran fan tidak stabil. Selain itu juga dapat disebabkan dudukan fan yang tidak kuat sehingga tidak dapat menopang fan dengan baik. Untuk mengatasi hal ini dapat dilakukan dengan membersihkan, dan mengencangkan posisi fan dengan tepat sesuai dengan posisinya.
6. Perawatan Jaringan
Setelah jaringan komputer selesai dibangun dan mulai beroperasi, tahap selanjutnya adalah melakukan pemeliharaan dan kontrol terhadap kinerja jaringan tersebut karena tanpa adanya pemeliharaan dan kontrol yang teratur maka tidak ada jaminan bahwa jaringan akan dapat berjalan sebagaimana mestinya. Tanpa adanya pemeliharaan yang teratur maka kerusakan atau gangguan yang ada dan mungkin terjadi tidak akan dapat diantisipasi sejak dini sehingga penanganan gangguan yang semestinya ringan namun karena tidak dilakukan maka kemudian menjadi kerusakan yang mungkin sangat merugikan.
Dokumentasi jaringan yang baik akan sangat membantu dalam melakukan pemeliharaan jaringan, terlebih lagi dalam melakukan perbaikan pada saat terjadi kerusakan pada jaringan tersebut. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat dokumentasi jaringan, yaitu:
a.      Dokumentasi fisik jaringan Dokumentasi fisik ini meliputi dokumentasi instalasi fisik jaringan. Dokumentasi ini memuat tata letak atau denah penempatan perangkat jaringan dan jalur instalasi jaringan, serta jenis dan tipe perangkat yang digunakan, baik yang berupa kartu jaringan, hub, router, modem dan sebagainya. Di samping dokumentasi yang berbentuk denah, juga dokumentasi yang berbentuk label yang melekat pada perangkat dan instalasi jaringan. Sebagai contoh, label yang menjadi tanda koneksi kabel pada hub dan kartu jaringan pada komputer. Label ini akan membantu saat memeriksa komputer mana yang terhubung ke port berapa dalam hub. 
b.      Dokumentasi jaringan logika Dokumentasi ini meliputi dokumentasi lokasi penyimpanan data secara logika dan konfigurasi logika jaringan lainnya. Lokasi penyimpanan data secara logika adalah lokasi penyimpanan dalam volume atau identitas lainnya. Hal itu akan memudahkan pencarian data atau proses pemeliharaan dan backup data. Sedangkan konfigurasi logika jaringan meliputi konfigurasi sistem operasi dan pengaturan user dalam jaringan. 
c.      Dokumentasi perangkat lunak jaringan
Dokumentasi ini untuk mendukung tersedianya source program dan master installer dari perangkat lunak yang digunakan dalam jaringan tersebut. Hal ini akan membantu jika terjadi gangguan atau kerusakan pada perangkat lunak yang ada atau, pada saat terjadi perubahan atau pembaharuan dalam jaringan di mana perlu melakukan instalasi ulang
.perangkat lunak tersebut. 
d.      Dokumentasi sarana pendukung jaringan
Semua perangkat yang ada dan digunakan dalam jaringan komputer memiliki fasilitas pendukung, seperti buku petunjuk pengoperasian dan petunjuk instalasi. Beberapa perangkat yang memerlukan kontrol dari perangkat lunak juga dilengkapi dengan perangkat lunak yang berupa utilitas untuk konfigurasi dan device driver untuk sistem operasi yang menggunakan perangkat tersebut. Untuk memudahkan dalam 147
mengatasi kerusakan atau konfigurasi ulang perangkat tersebut, maka perlu untuk memiliki dokumentasi dan perangkat tersebut. Hal ini juga akan mengurangi ketergantungan kepada vendor perangkat tersebut.
Selain dari dokumentasi yang disebutkan di atas, bisa dilakukan dokumentasi untuk hal-hal lain dalam jaringan sesuai kebutuhan dan tingkat keamanan yang di terapkan pada sistem jaringan tersebut. 
Monitoring jaringan atau pemantauan jaringan merupakan kegiatan rutin yang bisa membantu untuk mendeteksi sedini mungkin bila ada perubahan pada jaringan. Dengan monitoring juga bisa mendeteksi terjadinya penurunan kinerja jaringan dan sistem yang ada pada jaringan tersebut. Mengingat cukup pentingnya fungsi monitoring ini maka pada sistem operasi, baik sistem operasi jaringan maupun sistem operasi lain yang menyediakan fasilitas akses jaringan, juga dilengkapi dengan program bantu atau utilitas monitoring ini.
Pada dasarnya sistem monitoring tersebut memantau penggunaan resource yang ada pada jaringan dan sistem komputer yang ada, baik resource yang berupa space pada hard disk drive, memori maupun processor. Dan hasil pemantauan yang dilakukan setiap hari bisa mengantisipasi tingkat pertumbuhan jaringan, yang dengan demikian dapat mempersiapkan upgrade bilamana diperlukan.
Hal terpenting dalam konektivitas jaringan adalah kondisi instalasi fisik jaringan. Dalam hal ini adalah konektivitas antar titik-titik dalam jaringan. Jika menggunakan concentrator dalam jaringan, maka bisa memperhatikan lampu-lampu indikator yang ada pada perangkat concentrator. Setiap titik (workstation dan lainnya) yang terhubung ke concentrator dapat dipantau aktivitasnya melalui indikator pada concentrator tersebut.
Jika lampu indikator mati, hal itu berarti bahwa titik yang terhubung pada port tersebut sedang tidak aktif tetapi jika titik tersebut aktif maka lampu indikator akan menyala. Jika lampu menyala dan berkedip (blink), hal ini menunjukkan bahwa titik pada port tersebut sedang aktif melakukan transfer data.
Indikator di atas bisa dijadikan pedoman jika baik concentrator atau hub dan instalasi lainnya dalam keadaan normal. Jika terjadi kerusakan pada instalasi kabel jaringan, untuk mengecek kondisi kabel jaringan.
a.    Multimeter
Multimeter merupakan alat bantu yang paling banyak digunakan karena paling mudah didapat dan memiliki kegunaan yang cukup banyak. Alat ukur ini bisa digunakan untuk mengukur beberapa jenis satuan listrik, yaitu:
       Tegangan listrik (Volt), alat ini bisa berfungsi sebagai voltmeter yang merupakan alat untuk mengukur tegangan listrik.
       Arus listrik (Ampere), alat ini juga bisa difungsikan sebagai Amperemeter untuk mengukur arus listrik.
       Tahanan atau resistansi (Ohm), alat ukur ini bisa difungsikan sebagai ohmmeter untuk mengukur besarnya resistansi pada suatu komponen. 


a.    Cable Tester
Selain menggunakan multimeter/multitester untuk mengecek kabel jaringan, bisa juga menggunakan alat bantu yang lebih mudah yaitu cable tester. Alat bantu ini bisa digunakan untuk mengecek kabel coaxial maupun kabel UTP berikut kondisi grounding dari kabel tersebut.  Alat bantu ini terdiri dari dua bagian, yaitu bagian pertama sebagai tester dan bagian kedua sebagai terminator untuk kabel UTP. Pada alat tersebut terdapat konektor BNC untuk kabel coaxial dan konektor RJ-45 untuk kabel UTP. Untuk mengecek kabel coaxial, dengan menghubungkan ujung kabel yang satu ke konektor BNC pada cable tester dan ujung kabel yang lain dipasang pada terminator (50 ohm). Setelah itu nyalakan power pada alat tester tersebut dan tekan tombol

Ground Test. Jika kabel tersebut normal maka lampu indikator akan menyala dan sebaliknya jika kabel rusak. Sedangkan untuk mengecek kabel UTP, hubungkan ujung kabel yang satu ke terminator dan ujung lainnya ke tester. Untuk mengecek kondisi kabel UTP pada dasarnya alat ini menggunakan hubungan kabel pada pin-pin yang dipergunakan untuk terjadinya hubungan jaringan tersebut.  a.    Cable Tester

Selain menggunakan multimeter/multitester untuk mengecek kabel jaringan, bisa juga menggunakan alat bantu yang lebih mudah yaitu cable tester. Alat bantu ini bisa digunakan untuk mengecek kabel coaxial maupun kabel UTP berikut kondisi grounding dari kabel tersebut.  Alat bantu ini terdiri dari dua bagian, yaitu bagian pertama sebagai tester dan bagian kedua sebagai terminator untuk kabel UTP. Pada alat tersebut terdapat konektor BNC untuk kabel coaxial dan konektor RJ-45 untuk kabel UTP. Untuk mengecek kabel coaxial, dengan menghubungkan ujung kabel yang satu ke konektor BNC pada cable tester dan ujung kabel yang lain dipasang pada terminator (50 ohm). Setelah itu nyalakan power pada alat tester tersebut dan tekan tombol
Ground Test. Jika kabel tersebut normal maka lampu indikator akan menyala dan sebaliknya jika kabel rusak. Sedangkan untuk mengecek kabel UTP, hubungkan ujung kabel yang satu ke terminator dan ujung lainnya ke tester. Untuk mengecek kondisi kabel UTP pada dasarnya alat ini menggunakan hubungan kabel pada pin-pin yang dipergunakan untuk terjadinya hubungan jaringan tersebut.  



Tidak ada komentar:

@way2themes