Struktur Dan Fungsi Komputer
Peralatan/Komponen pada PC meliputi
unit input, unit proses, dan unit output. Supaya komputer dapat digunakan untuk mengolah data, maka harus
berbentuk suatu sistem yang disebut dengan sistem komputer. Secara umum, sistem
terdiri dari elemen-elemen yang saling berhubungan membentuk satu kesatuan
untuk melaksanakan suatu tujuan pokok dari sistem tersebut.
Tujuan pokok dari sistem komputer
adalah mengolah data untuk menghasilkan informasi sehingga perlu didukung oleh
elemen-elemen yang terdiri dari perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software),
dan brainware. Perangkat keras adalah peralatan komputer itu sendiri, perangkat
lunak adalah program yang berisi perintah-perintah untuk melakukan proses
tertentu, dan brainware adalah manusia yang terlibat di dalam mengoperasikan
serta mengatur sistem komputer. Ketiga elemen sistem komputer
tersebut harus saling berhubungan dan membentuk
satu kesatuan. Perangkat keras tanpa perangkat
lunak tidak akan berarti apa-apa, hanya berupa benda mati. Kedua perangkat
keras dan lunak juga tidak dapat berfungsi jika tidak ada manusia yang
mengoperasikannya. Struktur komputer didefinisikan
sebagai cara-cara dari tiap komponen saling terkait. Sedangkan fungsi komputer
didefinisikan sebagai operasi masing-masing komponen sebagai bagian dari
struktur. Adapun fungsi dari masing-masing komponen dalam struktur tersebut
adalah sebagai berikut :
a)
Input Device (Alat Masukan)
Adalah
perangkat keras komputer yang berfungsi sebagai alat untuk memasukan data
atau perintah ke
dalam komputer. Input
device adalah alat yang digunakan untuk menerima input dari luar sistem,
dan dapat berupa
signal input atau
maintenance input. Di
dalam sistem komputer, signal input berupa data yang dimasukkan ke dalam
sistem komputer, sedangkan maintenance input berupa program yang digunakan
untuk mengolah data yang dimasukkan. Dengan demikian, alat input selain
digunakan untuk memasukkan data juga untuk memasukkan program.
Beberapa
alat input mempunyai fungsi ganda, yaitu disamping sebagai alat input juga
berfungsi sebagai alat output sekaligus. Alat yang demikian disebut sebagai terminal. Terminal
dapat dihubungkan ke sistem komputer dengan menggunakan kabel langsung atau
lewat alat komunikasi. Terminal
dapat digolongkan menjadi non intelligent terminal, smart terminal, dan
intelligent terminal. Non intelligent terminal hanya berfungsi sebagai alat
memasukkan input dan penampil
output, dan tidak bisa diprogram
karena tidak mempunyai
alat pemroses. Peralatan seperti ini
juga disebut sebagai dumb
terminal. Smart terminal mempunyai alat pemroses dan memori di dalamnya sehingga input yang
terlanjur dimasukkan dapat dikoreksi kembali. Walaupun
demikian, terminal jenis
ini tidak dapat
diprogram oleh pemakai, kecuali oleh pabrik pembuatnya. Sedangkan intelligent terminal dapat diprogram oleh pemakai. Peralatan yang hanya
berfungsi sebagai alat input dapat digolongkan menjadi alat input langsung
dan tidak langsung. Alat input langsung yaitu input yang dimasukkan langsung
diproses oleh alat pemroses, sedangkan alat input tidak langsung melalui media
tertentu sebelum suatu input diproses oleh alat pemroses.
Alat
input langsung dapat berupa papan ketik (keyboard), pointing device (misalnya
mouse, touch screen, light pen, digitizer graphics tablet), scanner (misalnya
magnetic ink character recognition, optical data reader
atau optical character
recognition reader), sensor (misalnya digitizing camera), voice
recognizer (misalnya microphone). Sedangkan alat
input tidak langsung
misalnya keypunch yang dilakukan melalui media punched card
(kartu plong), dan key-to-disk yang merekam data ke media magnetic disk (misalnya
harddisk) sebelum diproses lebih lanjut.
b)
Output
Device (Alat Keluaran)
Adalah
perangkat keras komputer yang berfungsi untuk menampilkan keluaran sebagai
hasil pengolahan data. Keluaran dapat berupa hardcopy (ke kertas), softcopy (ke
monitor), ataupun
berupa suara. Output yang dihasilkan
dari pemroses dapat
digolongkan menjadi empat bentuk,
yaitu tulisan (huruf, angka,
simbol khusus), image (dalam
bentuk grafik atau gambar), suara, dan bentuk lain yang dapat dibaca oleh mesin
(machine-readable form). Tiga golongan pertama adalah output
yang dapat digunakan
langsung oleh manusia, sedangkan golongan terakhir
biasanya digunakan sebagai input untuk proses selanjutnya dari komputer.
c)
I/O
Ports
Bagian
ini digunakan untuk menerima ataupun mengirim data ke luar sistem. I/O Port
juga biasa disebut dengan bagian interface (antar muka) karena peralatan input
dan output di atas terhubung melalui port ini.
d)
CPU
(Central Processing Unit) CPU merupakan otak sistem komputer, dan memiliki dua
bagian fungsi operasional, yaitu: ALU (Arithmetical Logical Unit) sebagai pusat
pengolah data, dan CU (Control Unit) sebagai pengontrol kerja komputer.
e)
Memori
Semua
data dan program yang dimasukkan melalui alat input akan disimpan terlebih
dahulu di memori utama, khususnya RAM, yang dapat diakses secara acak (dapat
diisi/ditulis, diambil, atau dihapus isinya) oleh pemrogram. ROM
hanya dapat dibaca sehingga pemrogram tidak bisa mengisi sesuatu ke dalam ROM.
ROM sudah diisi oleh pabrik pembuatnya berupa sistem operasi yang terdiri dari
program-program pokok yang diperlukan oleh
sistem komputer.
Selanjutnya
untuk merakit komputer personal anda dapat mengikuti langkah-langkah sebagai
berikut :
1)
Ambil motherboard dan
letakkan di tempat yang aman. Persiapkan peralatan dan buku manual dari
masingmasing komponen PC. Baut motherboard dengan papan casing, sehingga akan
lebih kuat dan aman.
2) Pasanglah processor
pada tempatnya (soket-nya) perhatikan tanda pada processor harus ditempatkan sesuai
dengan tanda yang ada pada
soket tersebut (tidak boleh terbalik). Kuncilah tangkai
pengunci yang biasanya terdapat disisi
soket processor. Perhatikan kode titik atau sisi processor dengan bentuk miring
merupakan petunjuk agar bagian processor itu dipasang pada bagian slot
yang memiliki tanda
sama. Bacalah
dengan baik manual processor dari
pabriknya, apabila kurang hati-hati atau terbalik memasang processor ini bisa
berakibat fatal. Kemudian pasanglah kipas pendingin diatasnya
3) Pasanglah
memori RAM pada tempatnya dengan baik, perhatikan sudut memori yang biasanya
berlekuk harus ditempatkan pada tempatnya secara hati-hati. Apabila terbalik
memasangnya, maka memori akan sulit dimasukan.
Dudukan
memori di motherboard memiliki pengunci yang akan bergerak mengunci bersamaan
dengan masuknya memori ke dalamnya.
4) Masukan
motherboard ke dalam casing, kaitkanlah pengait plastik yang
biasa disediakan oleh pabrik casing, ke dalam lubang yang terdapat pada
motherboard. Pada sudut yang memungkinkan untuk ditempatkan baut, bautlah
motherboard tersebut pada casing untuk menghindarkan terjadinya pergeseran
motherboard pada waktu
anda memindahmindahkan CPU nantinya.
5) Pasanglah
memori RAM pada tempatnya dengan baik, perhatikan sudut memori yang biasanya
berlekuk harus ditempatkan pada tempatnya secara hati-hati. Apabila terbalik
memasangnya, maka memori akan sulit dimasukan. Dudukan memori di motherboard memiliki pengunci
yang akan bergerak mengunci bersamaan dengan masuknya memori ke dalamnya
6) Masukan
motherboard ke dalam casing, kaitkanlah pengait plastik yang
biasa disediakan oleh pabrik casing, ke dalam lubang yang terdapat pada
motherboard. Pada sudut yang memungkinkan untuk ditempatkan baut, bautlah
motherboard tersebut pada casing untuk menghindarkan terjadinya pergeseran
motherboard pada waktu
anda memindahmindahkan CPU nantinya. 1)
Pasanglah
power supply pada casing dan sambungkan kabel khusus catu daya motherboard yang
ada pada prower suply, menyesuaikan jenis konektor yang disediakan oleh power
supply untuk disambungkan ke motherboard. Mengingat
terdapat berbagai ukuran motherboard beserta perbedaan konektor catu daya yang
dimiliki maka dapat menggunakan konektor tambahan jika diperlukan untuk
mengalirkan listrik ke motherboard
2)
Pasanglah
hard disk, DVD ROM drive pada tempat yang telah tersedia dalam casing
CPU,
kencangkan dudukannya dengan baut secara hati-hati.
|
3) Sambungkan kabel dari power suply ke slot power yang terdapat di hard disk, dan DVD ROM drive. Perhatikan sudut konektor plastiknya pada kabel tersebut biasanya sudah dirancang pas sesuai dengan dudukan yang terdapat pada hard disk atau DVD ROM drive. Bila anda memasang konektor ini terbalik, maka pada saat anda memasukan konektor tersebut akan terasa sedikit sulit. Segeralah cabut konektornya dan masukan kembali pada posisi yang tepat. Bila power suply tidak memiliki kabel power untuk perangkat SATA maka dapat menggunakan kabel konektor tambahan.
4)
Sambungkan
kabel data pada dudukan hard disk dan DVD ROM drive. Kabel ini berfungsi untuk dapat menghubungkan peralatan
tersebut ke motherboard. Sambungkan kabel dari hard disk dan DVD ROM ke slot di
motherboard, sesuaikan jenis konektor SATA atau IDE.
1)
Pasanglah
VGA card pada slotnya, bila memiliki card dari jenis AGP, harus menempatkan
card tersebut pada slot AGP di motherboard. Bila anda memiliki card VGA jenis
PCI express, anda harus pasangkan card tersebut pada slot bus PCI
express di motherboard. Tetapi jika VGA berupa VGA onboard, tinggal mengatur
dalam BIOS.
2)
Pasang expansion
card tambahan pada
PCI.
Expansion
card dapat berupa LAN card, sound card , TV tunner card, video capture dan
lain-ain. Setelah itu kencangkan dengan baut dengan dudukan casing PC.
1)
Hubungkan
konektor kabel penghubung tombol "Reset" ke pin "Reset"
yang terdapat pada motherboard.
Hubungkan
pula konektor kabel penghubung speaker ke pin bertuliskan speaker yang ada pada
motherboard. Hubungkan kabel lampu indikator berikut kabel penghubungnya dengan
konektornya ke motherboard.
2)
Pasanglah
kabel data dari monitor ke slot yang terdapat di card VGA, perhatikan konektornya
memiliki 3 deretan
kaki yang tersusun rapi, dengan
konektor berbentuk trapesium. Bila VGA memiliki slot DVI atau HDMI maka gunakan
kabel data DVI atau HDMI, dapat juga menggunakan konverter bila monitor tidak
memiliki slot DVI atau HDMI
3)
Pasangkan
konektor keyboard ke slot keyboard yang terdapat di motherboard atau bila
keyboard menggunakan konektor USB dapat dihubungkan ke slot usb. Dan perangkat
yang lain.
4)
Pasangkan
kabel listrik (power) dari layar monitor ke slot power yang terdapat di
bagian belakang power suply yang telah terpasang pada casing CPU atau
dapat memasang kabel listrik tersebut ke jala-jala listrik rumah anda.
Pasangkan kabel listrik untuk CPU ke slot yang terdapat pada power suply di
bagian belakang casing CPU.
2.
POST (Power On Self Test)
Peralatan/Komponen pada PC meliputi
unit input, unit proses, dan unit output. Supaya komputer dapat digunakan untuk
mengolah data, maka harus berbentuk suatu sistem yang disebut dengan sistem
komputer. Secara umum, sistem terdiri dari elemen-elemen yang saling
berhubungan membentuk satu kesatuan untuk melaksanakan suatu tujuan pokok dari
sistem tersebut.
Setelah berhasil merakit sebuah
Personal Komputer, bukan berarti akan langsung bisa mempergunakan komputer tersebut.
Langkah berikutnya adalah masih harus mengatur BIOS, dan memasang (menginstal)
sistem operasi dan program aplikasi ke dalam hard disknya.
Sebelum mengatur
program BIOS, cek kembali semua langkah yang telah dilakukan
tadi. Setelah yakin benar dan sudah
sesuai dengan keterangan
yang tercantum dalam manual pabrik dari setiap peralatan tadi maka
dilanjutkan melakukan pengaturan BIOS.
Basic Input Output System atau
sering disebut BIOS merupakan firmware. BIOS digunakan untuk mengatur komponen
PC secara 111
software,
komponen PC yang dapat diseting melalui BIOS hanya tertentu saja, dan merupakan
komponen pokok dalam sebuah PC dan komponen yang terintegrasi dengan mainboard
(Onboard). Berikut komponen yang dapat di set melalui BIOS:
•
Hard
disk
•
DVD-ROM
•
RAM
•
Processor
•
LAN
onboard
•
Souncard
onboard
•
VGA
onboard
POST (Power
on Self-Test) yaitu test yang dilakukan oleh PC untuk mengecek fungsi-fungsi
komponen pendukung PC apakah bekerja
dengan baik. POST dilakukan PC pada saat booting, jika PC mengalami suatu masalah
maka akan dapat
terdeteksi gejala kesalahannnya melalui POST, PC akan
memberikan pesan/peringatan kesalahan dalam bentuk suara yang dihasilkan
melalui speaker atau tampilan visual di monitor. Selain itu pesan/peringatan
kesalahan juga dapat dideteksi melalui
kinerja dari PC, misalkan PC tidak hidup walaupun sumber listrik AC sudah
terhubung dan tombol power sudah ditekan.
POST
memungkinkan user dapat mendeteksi, mengisolasi,
menentukan, dan menemukan kesalahan sehingga dapat
memperbaiki penyimpangan atau
kerusakan yang terjadi pada PC. Mekanisme POST disediakan oleh semua
produk PC atau motherboard dan tersimpan di dalam ROM atau flash ROM BIOS.
Secara umum proses dan prosedur yang dilakukan dalam POST pada semua produk
motherboard sama. Terdapat beberapa perbedaan yang
menjadikan ciri dari produk
motherboard tertentu, tetapi pada dasarnya tetap sama.
POST dilakukan sesaat setelah
komputer dihidupkan dan mulai booting, proses ini dilakukan oleh BIOS. Adapun
urutan prosedur
POST
adalah sebagai berikut :
1)
Test
Power Supply ditandai dengan lampu power hidup dan kipas pendingin power supply
berputar.
2)
Secara
otomatis dilakukan reset terhadap kerja
CPU oleh sinyal power good yang dihasilkan oleh power supply jika dalam kondisi
baik pada saat dihidupkan, kemudian CPU mulai melaksanakan instruksi
awal pada ROM BIOS dan selanjutnya.
3)
Pengecekkan
terhadap BIOS dan isinya. BIOS harus dapat dibaca. Instruksi awal ROM BIOS
adalah jump (lompat) ke alamat program POST.
4)
Pengecekkan
terhadap CMOS, CMOS harus dapat bekerja dengan baik. Program POST diawali
dengan membaca data setup (seting hardware awal) pada RAM CMOS setup, sebagai
data acuan untuk pengecekan.
5)
Melakukan
pengecekkan CPU, timer (pewaktuan), kendali memori akses langsung, memory bus
dan memory module.
6)
Memori
sebesar 16 KB harus tersedia dan dapat
dibaca/ditulis untuk keperluan
ROM
BIOS dan menyimpan kode POST.
7)
Pengecekkan
I/O controller dan bus controller. Controller tersebut harus dapat bekerja
untuk mengontrol proses read/write data. Termasuk I/O untuk VGA card yang
terhubung dengan monitor.
113
Jika ada salah satu prosedur POST
yang tidak berhasil dilewati maka PC akan menerima pesan/peringatan kesalahan
dari POST. Pesan/peringatan kesalahan
berupa kode beep
yang dikeluarkan melalui speaker
yang terhubung dengan motherboard atau tampilan di layar monitor sesuai dengan
standar masing-masing motherboard.
Pesan/peringatan kesalahan hasil POST berupa
tampilan performance PC, visual di monitor dan beep dari speaker. Sesuai dengan
urutan prosedur POST yang dilakukan
oleh BIOS maka gejala-gejala permasalahan yang muncul adalah sebagai berikut:
Hubungkan
pula konektor kabel penghubung speaker ke pin bertuliskan speaker yang ada pada
motherboard. Hubungkan kabel lampu indikator berikut kabel penghubungnya dengan
konektornya ke motherboard.
2)
Pasanglah
kabel data dari monitor ke slot yang terdapat di card VGA, perhatikan konektornya
memiliki 3 deretan
kaki yang tersusun rapi, dengan
konektor berbentuk trapesium. Bila VGA memiliki slot DVI atau HDMI maka gunakan
kabel data DVI atau HDMI, dapat juga menggunakan konverter bila monitor tidak
memiliki slot DVI atau HDMI
3)
Pasangkan
konektor keyboard ke slot keyboard yang terdapat di motherboard atau bila
keyboard menggunakan konektor USB dapat dihubungkan ke slot usb. Dan perangkat
yang lain.
4)
Pasangkan
kabel listrik (power) dari layar monitor ke slot power yang terdapat di
bagian belakang power suply yang telah terpasang pada casing CPU atau
dapat memasang kabel listrik tersebut ke jala-jala listrik rumah anda.
Pasangkan kabel listrik untuk CPU ke slot yang terdapat pada power suply di
bagian belakang casing CPU.
2.
POST (Power On Self Test)
Peralatan/Komponen pada PC meliputi
unit input, unit proses, dan unit output. Supaya komputer dapat digunakan untuk
mengolah data, maka harus berbentuk suatu sistem yang disebut dengan sistem
komputer. Secara umum, sistem terdiri dari elemen-elemen yang saling
berhubungan membentuk satu kesatuan untuk melaksanakan suatu tujuan pokok dari
sistem tersebut.
Setelah berhasil merakit sebuah
Personal Komputer, bukan berarti akan langsung bisa mempergunakan komputer tersebut.
Langkah berikutnya adalah masih harus mengatur BIOS, dan memasang (menginstal)
sistem operasi dan program aplikasi ke dalam hard disknya Sebelum mengatur
program BIOS, cek kembali semua langkah yang telah dilakukan
tadi. Setelah yakin benar dan sudah
sesuai dengan keterangan
yang tercantum dalam manual pabrik dari setiap peralatan tadi maka
dilanjutkan melakukan pengaturan BIOS. Basic Input Output System atau
sering disebut BIOS merupakan firmware. BIOS digunakan untuk mengatur komponen
PC secara software,
komponen PC yang dapat diseting melalui BIOS hanya tertentu saja, dan merupakan
komponen pokok dalam sebuah PC dan komponen yang terintegrasi dengan mainboard
(Onboard). Berikut komponen yang dapat di set melalui BIOS:
•
Hard
disk
•
DVD-ROM
•
RAM
•
Processor
•
LAN
onboard
•
Souncard
onboard
•
VGA
onboard
POST (Power
on Self-Test) yaitu test yang dilakukan oleh PC untuk mengecek fungsi-fungsi
komponen pendukung PC apakah bekerja
dengan baik. POST dilakukan PC pada saat booting, jika PC mengalami suatu masalah
maka akan dapat
terdeteksi gejala kesalahannnya melalui POST, PC akan
memberikan pesan/peringatan kesalahan dalam bentuk suara yang dihasilkan
melalui speaker atau tampilan visual di monitor. Selain itu pesan/peringatan
kesalahan juga dapat dideteksi melalui
kinerja dari PC, misalkan PC tidak hidup walaupun sumber listrik AC sudah
terhubung dan tombol power sudah ditekan.
POST
memungkinkan user dapat mendeteksi, mengisolasi,
menentukan, dan menemukan kesalahan sehingga dapat
memperbaiki penyimpangan atau
kerusakan yang terjadi pada PC. Mekanisme POST disediakan oleh semua
produk PC atau motherboard dan tersimpan di dalam ROM atau flash ROM BIOS.
Secara umum proses dan prosedur yang dilakukan dalam POST pada semua produk
motherboard sama. Terdapat beberapa perbedaan yang
menjadikan ciri dari produk
motherboard tertentu, tetapi pada dasarnya tetap sama.
POST dilakukan sesaat setelah
komputer dihidupkan dan mulai booting, proses ini dilakukan oleh BIOS. Adapun
urutan prosedur
POST
adalah sebagai berikut :
1)
Test
Power Supply ditandai dengan lampu power hidup dan kipas pendingin power supply
berputar
2) Secara
otomatis dilakukan reset terhadap kerja
CPU oleh sinyal power good yang dihasilkan oleh power supply jika dalam kondisi
baik pada saat dihidupkan, kemudian CPU mulai melaksanakan instruksi
awal pada ROM BIOS dan selanjutnya.
3)
Pengecekkan
terhadap BIOS dan isinya. BIOS harus dapat dibaca. Instruksi awal ROM BIOS
adalah jump (lompat) ke alamat program POST.
4)
Pengecekkan
terhadap CMOS, CMOS harus dapat bekerja dengan baik. Program POST diawali
dengan membaca data setup (seting hardware awal) pada RAM CMOS setup, sebagai
data acuan untuk pengecekan.
5)
Melakukan
pengecekkan CPU, timer (pewaktuan), kendali memori akses langsung, memory bus
dan memory module.
6)
Memori
sebesar 16 KB harus tersedia dan dapat
dibaca/ditulis untuk keperluan
ROM
BIOS dan menyimpan kode POST.
7)
Pengecekkan
I/O controller dan bus controller. Controller tersebut harus dapat bekerja
untuk mengontrol proses read/write data. Termasuk I/O untuk VGA card yang
terhubung dengan monitor.
Jika ada salah satu prosedur POST
yang tidak berhasil dilewati maka PC akan menerima pesan/peringatan kesalahan
dari POST. Pesan/peringatan kesalahan
berupa kode beep
yang dikeluarkan melalui speaker
yang terhubung dengan motherboard atau tampilan di layar monitor sesuai dengan
standar masing-masing motherboard.
Pesan/peringatan kesalahan hasil POST berupa
tampilan performance PC, visual di monitor dan beep dari speaker. Sesuai dengan
urutan prosedur POST yang dilakukan
oleh BIOS maka gejala-gejala permasalahan yang muncul adalah sebagai berikut:
Permasalahan yang terjadi pada saat
komputer telah lolos dari POST akan lebih kompleks karena melibatkan fungsi
perangkat keras dan lunak yang lebih luas terutama perangkat lunak. Sehingga
kemungkinan kesalahan akan semakin banyak. Karena secara umum komponen
perangkat keras pada sistem PC tidak ada perubahan, tetapi perangkat lunak yang
terpasang bermacam-macam dan dimungkinkan akan sering berganti. Perangkat lunak
yang terpasang di PC dibagi menjadi 2 yaitu sistem operasi dan program aplikasi. Sistem operasi merupakan suatu perangkat lunak yang berfungsi untuk mengelola
semua sumberdaya sistem komputer di antaranya perangkat keras, program
aplikasi, dan user untuk menjadi suatu sistem yang dapat bekerja dengan baik.
Program aplikasi adalah perangkat
lunak yang digunakan oleh user untuk melaksanakan pekerjaan atau aplikasi
tertentu seperti mengetik, menggambar, menghitung, mendengarkan musik dan
lain-lain. Program aplikasi yang dimaksud disini adalah semua perangkat
lunak selain sistem operasi, diantaranya program aplikasi seperti perkantoran,
bahasa pemrograman, virus, utility dan lain-lain. Pembagian ini belum
diklasifikasikan berdasarkan jenis maupun kegunaan aplikasinya.
Program aplikasi tidak dapat
bekerja tanpa adanya sistem operasi, karena sistem operasi akan menghubungkan
fungsi-fungsi hardware dengan program aplikasi, seperti fungsi keyboard, mouse,
VGA adapter, monitor, port untuk pencetakan di printer dan lain-lain.
Sistem operasi yang ada saat ini
telah begitu banyak, di antaranya yang diproduksi oleh Microsoft seperti Dos
dan Windows dalam beberapa aplikasi dan versi Sedangkan yang lain adalah UNIX,
Linux dan variannya dan lain-lain. Program Aplikasi
di antaranya Microsoft office, anti virus dan
utilities seperti Norton dan lain-lain.
Kinerja PC dipengaruhi oleh
spesifikasi dan instalasi perangkat keras, sistem operasi yang digunakan,
program aplikasi yang dipasang, manajemen memori, gangguan dan serangan dari
luar seperti virus, spyware, hacker dan lain-lain. Gejala-gejala yang
ditimbulkan akan membantu user untuk mengenal dan mengidentifikasi masalah yang
muncul.
Untuk
mendiagnosis permasalahan komputer, dapat dilakukan melalui serangkaian langkah
yang terstruktur. Adapun langkah-langkah dalam menyelesaikan permasalahan
komputer tersebut adalah sebagai berikut :
a. Mengidentifikasi
permasalahan
Masalah
yang ada diidentifikasi dengan beberapa prosedur, diantaranya, melalui POST.
b.
Menganalisis
permasalahan Pesan/peringatan kesalahan yang ditunjukkan melalui POST atau pun
oleh komponen lain dikomputer dianalisis letak atau sumber komponen yang menjadi
penyebab timbulnya permasalahan.
c.
Mengklasifikasikan
permasalahan
Melakukan
pengelompokkan permasalahan, dapat dilakukan berdasarkan hardware, software
atau permasalahan itu sendiri.
d.
Menentukan
hipotesa awal penyebab masalah Dengan mengklasifikasikan suatu permasalahan,
maka dapat ditentukan hipotesa awal bagian yang bermasalah dan penyebab
masalah. Hal ini dipakai sebagai acuan untuk mencari cara yang tepat dalam
mengatasi masalah dan
mencegah timbulnya kembali
masalah yang sama.
e.
Mengisolasi
permasalahan
Masalah
yang sudah diklasifikasikan, difokuskan pada ruang lingkup yang lebih kecil.
Ini untuk memudahkan menemukan sumber masalah, dan tidak terjadi salah dalam
menangani masalah. Misalkan kerusakan terjadi pada CD ROM, tetapi penanganan dilaksakan
pada masalah VGA Card.
f.
Selanjutnya
dapat dilakukan tindakan perbaikan
Untuk
lebih mudahnya test dilakukan dengan bantuan beberapa peralatan luar, antara
lain printer yang terpasang pada paralel port atau USB port, mouse terpasang
pada PS/2 atau usb, monitor yang selalu terpasang pada VGA card, dan CD untuk
DVD ROM drive. Adapun urutan prosedur test yang dilakukan adalah sebagai berikut :
1)
Semua
peralatan dipasang sesuai port yang dibutuhkan.
2)
Booting
Komputer, POST akan mengecek semua saluran I/O dan alamat I/O. Jika tidak
bermasalah maka semua I/O yang tersedia berfungsi dengan baik
3)
Pengecekkan
fungsi Keyboard dan Mouse.
4)
Pengecekkan
tampilan pada layar monitor, Jika tidak bermasalah maka setting layar monitor
dapat dimaksimalkan.
5)
Pengecekkan port
paralel dan USB.
6)
Pengecekkan pembacaan
disk dan DVD ROM
melalui Windows Explorer.
7)
Pengecekkan kemungkinankemungkinan kerusakan
hardware dan software. Instalasi
komponen hardware, secara bergantian dilepas dan dipasang kembali (saat melepas
dan memasang komponen hardware kondisi PC harus dimatikan terlebih dahulu)
kemudian komputer dihidupkan kembali. Amati dan catat kondisi yang terjadi.
8)
Pengecekkan pada
PC, apabila driver
hardware dihapus dan kemudian diinstal kembali.
9)
Mengidentifikasi
permasalahan.
10)
Menganalisis
permasalahan.
11)
Mengklasifikasikan
permasalahan.
12)
Menentukan
hipotesa awal penyebab masalah.
13)
Mengisolasi
permasalahan.
3.
Perawatan Peralatan
Untuk melakukan perawatan
peralatan, dibutuhkan beberapa alat bantu atau tools-kit sebagai berikut :
Obeng
Obeng merupakan
alat yang paling
penting dalam melakukan perbaikan periferal. Obeng sangat
berguna sekali untuk membongkar dan
memasang periferal untuk
selanjutnya dilakukan perbaikan. Obeng ada
bermacam-macam bentuknya. Mulai dari
obeng (+) , obeng (-), serta obeng
bintang/kembang. Untuk melakukan
perbaikan periferal perlu dipersiapkan obeng dari berbagai ukuran. •
Kuas untuk membersihkan kotoran Kuas merupakan peralatan yang mungkin sangat sulit yang digunakan untuk untuk dibersihkan
dengan membersihkan debu atau memakai
kuas atau vacum sarang serangga. Selain itu cleaner. Kotoran atau debu kuas
juga digunakan untuk yang sangat tebal
dapat membersihkan debu-debu yang menghambat
kinerja periferal. menutup pada fentilasi casing. Tisu juga dapat digunakan Kuas dapat juga digunakan untuk memperlancar aliran tinta untuk membersihkan pada cartridge printer injek, motherboard dan sirip heatsink karena sifatnya yang mudah pada prosessor. Kuas menyerap cairan.
Sedangkan digunakan untuk membersihkan cairan
pembersih dapat komponen
periferal dari debu digunakan untuk
membersihkan dan kotoran kotoran yang layar
monitor, casing, body menyebabkan kerusakan.
monitor, dan body printer. Kain Karena masalah
kotoran kering atau tisu juga digunakan seringkali menjadi
penyebab untuk membersihkan kotoran
periferal tidak dapat berfungsi cair
yang mungkin akibat
lagi dengan baik.
softdrink, tinta atau air hujan
yang masih segar atau belum mengering. Kotoran cair sangat berbahaya jika tidak
segera dibersihkan
karena jenis kotoran ini dapat menghantarkan arus sehingga dapat mengakibatkan hubungan pendek atau
kerusakan fatal pada komponen PC.
Cairan pembersih juga dapat
digunakan untuk membersihkan noda atau kotoran yang sudah mengering seperti
percikan dari tinta printer. •
Penyedot
debu mini Penyedot debu mini fungsinya hampir sama dengan
kuas, yaitu untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada
periferal. Pada ujung penyedot debu mini dilengkapi dengan sikat dengan ukuran
yang beragam dimaksudkan untuk disesuaikan luas sempitnya sudut-sudut pada
periferal. Alat ini sangat tepat digunakan untuk membersihkan kotoran yang
terdapat pada keyboard, fentilasi udara pada monitor, rangkaian di mainboard, sudutsudut
casing dan pada fan.
6.
Perawatan Jaringan
Untuk melakukan pembersihan
komponen pada PC harus melalui cara atau prosedur tertentu. Antara satu
komponen dengan komponen yang lain berbeda
sehingga memiliki urutan
atau aturan tersendiri dalam
metode pembersihannya. Berikut beberapa
komponen PC yang perlu dilakukan perawatan.
a.
Casing
Casing
dapat diibaratkan dengan bangunan atau rumah, dari sebuah komputer, sehingga
kekuatan dan keindahan sebuah komputer secara fisik terletak pada casing PC.
Pada casing PC biasanya terdapat power supply, fan dan led indikator beserta
saklar atau tombol-tombol power dan reset.
Permasalahan
yang sering terjadi dalam case komputer adalah debu yang terbawa oleh fan
casing komputer itu sendiri atau sarang serangga. Kotoran tersebut selain
menggangu keindahan juga dapat berdampak jelek
pada fan dan
komponen lain pada motherboard. Sehingga perlu dilakukan
pembersihan secara rutin. Alat yang digunakan untuk membersihkan case komputer
cukup dengan kuas atau dengan penyedot debu mini. Untuk bagian sudut terutama
bagian depan perlu diperhatikan pengkabelan yang mudah lepas akibat
hentakan terutama pada
bagian kabel untuk
tombol saklar. Pada bagian belakang yang perlu dibersihkan
adalah pada bagian ventilasi atau 121
tempat fan.
Karena disinilah debu semua mengumpul
akibat hembusan angin yang dibawa oleh fan.
b. DVD-ROM
dan DVD-RW DVD-Rom atau DVD-RW merupakan alat yang umum digunakan saat ini
untuk membaca dan menulis data ke
DVD. DVD-Rom dan DVD-RW merupakan komponen dengan harga yang terjangkau bila dibandingkan dengan data yang dapat disimpannya. Masalah yang sering mengganggu pada
DVD-Rom dan DVD-RW
terletak pada optik atau
lensanya. Langkah yang digunakan untuk membersihkan
optic atau lensa dari debu atau kotoran lain adalah dengan menggunakan C D cleaner.
Prinsip kerja dari CD cleaner yaitu dengan
menggosok bagian yang berdebu atau kotor dengan cairan pembersih dengan
memanfaatkan putaran, cd cleaner menggunakan sikat kecil atau sirip yang
dipasang pada disk
d.
VGA
VGA card atau sering disebut display adapter adalah
komponen komputer yang difungsikan untuk mengolah grafik untuk ditampilkan ke
layar monitor. Masalah yang sering timbull dalam VGA card adalah panas yang
berlebihan, sehingga untuk mengurangi panas yang berlebihan perlu diperhatikan
heatsink dan fan nya.
Sebagai perawatannya perlu dilakukan pembersihan dari
debu atau kotoran yang lain. Untuk membersihkan fan dan heatsink
cukup dengan kuas kecil karena fan pada VGA card juga kecil, sehingga harus
disesuaikan dengan ukuran fan nya. Selain itu VGA card sering bermasalah pada
fan yang berisik atau berbunyi dengan keras. Masalah ini bersumber pada putaran
fan yang terlau kencang atau putaran fan tidak stabil.
Selain itu juga dapat disebabkan dudukan fan yang tidak kuat sehingga tidak
dapat menopang fan dengan baik. Untuk mengatasi hal ini dapat dilakukan dengan
membersihkan, dan mengencangkan posisi fan dengan tepat sesuai dengan
posisinya.
6.
Perawatan Jaringan
Setelah jaringan komputer selesai dibangun dan mulai
beroperasi, tahap selanjutnya adalah melakukan pemeliharaan dan kontrol
terhadap kinerja jaringan tersebut karena tanpa adanya pemeliharaan dan kontrol
yang teratur maka tidak ada jaminan bahwa jaringan akan dapat berjalan
sebagaimana mestinya. Tanpa adanya pemeliharaan yang teratur maka kerusakan
atau gangguan yang ada dan mungkin terjadi tidak akan dapat diantisipasi sejak
dini sehingga penanganan gangguan yang semestinya ringan namun karena tidak
dilakukan maka kemudian menjadi kerusakan yang mungkin sangat merugikan.
Dokumentasi jaringan yang baik akan sangat membantu
dalam melakukan pemeliharaan jaringan, terlebih lagi dalam melakukan perbaikan
pada saat terjadi kerusakan pada jaringan tersebut. Ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam membuat dokumentasi jaringan, yaitu:
a.
Dokumentasi
fisik jaringan Dokumentasi fisik ini meliputi dokumentasi instalasi fisik
jaringan. Dokumentasi ini memuat tata letak atau denah penempatan perangkat
jaringan dan jalur instalasi jaringan, serta jenis dan tipe perangkat yang
digunakan, baik yang berupa kartu jaringan, hub, router, modem dan sebagainya.
Di samping dokumentasi yang berbentuk denah, juga dokumentasi yang berbentuk
label yang melekat pada perangkat dan instalasi jaringan. Sebagai contoh, label
yang menjadi tanda koneksi kabel pada hub dan kartu jaringan pada komputer.
Label ini akan membantu saat memeriksa komputer mana yang terhubung ke port
berapa dalam hub.
b.
Dokumentasi
jaringan logika Dokumentasi ini meliputi dokumentasi lokasi penyimpanan data
secara logika dan konfigurasi logika jaringan lainnya. Lokasi penyimpanan data
secara logika adalah lokasi penyimpanan dalam volume atau identitas lainnya.
Hal itu akan memudahkan pencarian data atau proses pemeliharaan dan backup
data. Sedangkan konfigurasi logika jaringan meliputi konfigurasi sistem operasi
dan pengaturan user dalam jaringan.
c.
Dokumentasi
perangkat lunak jaringan
Dokumentasi
ini untuk mendukung tersedianya source program dan master installer dari
perangkat lunak yang digunakan dalam jaringan tersebut. Hal ini akan membantu
jika terjadi gangguan atau kerusakan pada perangkat lunak yang ada atau, pada
saat terjadi perubahan atau pembaharuan dalam jaringan di mana perlu melakukan
instalasi ulang
.perangkat
lunak tersebut.
d.
Dokumentasi
sarana pendukung jaringan
Semua
perangkat yang ada dan digunakan dalam jaringan komputer memiliki fasilitas
pendukung, seperti buku petunjuk pengoperasian dan petunjuk instalasi. Beberapa
perangkat yang memerlukan kontrol dari perangkat lunak juga dilengkapi dengan
perangkat lunak yang berupa utilitas untuk konfigurasi dan device driver untuk
sistem operasi yang menggunakan perangkat tersebut. Untuk memudahkan dalam 147
mengatasi
kerusakan atau konfigurasi ulang perangkat tersebut, maka perlu untuk memiliki
dokumentasi dan perangkat tersebut. Hal ini juga akan mengurangi ketergantungan
kepada vendor perangkat tersebut.
Selain dari dokumentasi yang disebutkan di atas, bisa
dilakukan dokumentasi untuk hal-hal lain dalam jaringan sesuai kebutuhan dan
tingkat keamanan yang di terapkan pada sistem jaringan tersebut.
Monitoring jaringan atau pemantauan jaringan merupakan
kegiatan rutin yang bisa membantu untuk mendeteksi sedini mungkin bila ada
perubahan pada jaringan. Dengan monitoring juga bisa mendeteksi terjadinya
penurunan kinerja jaringan dan sistem yang ada pada jaringan tersebut.
Mengingat cukup pentingnya fungsi monitoring ini maka pada sistem operasi, baik
sistem operasi jaringan maupun sistem operasi lain yang menyediakan fasilitas
akses jaringan, juga dilengkapi dengan program bantu atau utilitas monitoring
ini.
Pada dasarnya sistem monitoring tersebut memantau
penggunaan resource yang ada pada jaringan dan sistem komputer yang ada, baik
resource yang berupa space pada hard disk drive, memori maupun processor. Dan
hasil pemantauan yang dilakukan setiap hari bisa mengantisipasi tingkat
pertumbuhan jaringan, yang dengan demikian dapat mempersiapkan upgrade bilamana
diperlukan.
Hal terpenting dalam konektivitas jaringan adalah
kondisi instalasi fisik jaringan. Dalam hal ini adalah konektivitas antar titik-titik
dalam jaringan. Jika menggunakan concentrator dalam jaringan, maka bisa
memperhatikan lampu-lampu indikator yang ada pada perangkat concentrator.
Setiap titik (workstation dan lainnya) yang terhubung ke concentrator dapat
dipantau aktivitasnya melalui indikator pada concentrator tersebut.
Jika lampu indikator mati, hal itu berarti bahwa titik
yang terhubung pada port tersebut sedang tidak aktif tetapi jika titik tersebut
aktif maka lampu indikator akan menyala. Jika lampu menyala dan berkedip (blink),
hal ini menunjukkan bahwa titik pada port tersebut sedang aktif melakukan
transfer data.
Indikator di atas bisa dijadikan pedoman jika baik
concentrator atau hub dan instalasi lainnya dalam keadaan normal. Jika terjadi
kerusakan pada instalasi kabel jaringan, untuk mengecek kondisi kabel jaringan.
a.
Multimeter
Multimeter
merupakan alat bantu yang paling banyak digunakan karena paling mudah didapat
dan memiliki kegunaan yang cukup banyak. Alat ukur ini bisa digunakan untuk
mengukur beberapa jenis satuan listrik, yaitu:
•
Tegangan
listrik (Volt), alat ini bisa berfungsi sebagai voltmeter yang merupakan alat
untuk mengukur tegangan listrik.
•
Arus
listrik (Ampere), alat ini juga bisa difungsikan sebagai Amperemeter untuk
mengukur arus listrik.
•
Tahanan
atau resistansi (Ohm), alat ukur ini bisa difungsikan sebagai ohmmeter untuk
mengukur besarnya resistansi pada suatu komponen.
a.
Cable
Tester
Selain
menggunakan multimeter/multitester untuk mengecek kabel jaringan, bisa juga menggunakan
alat bantu yang lebih mudah yaitu cable tester. Alat bantu ini bisa digunakan
untuk mengecek kabel coaxial maupun kabel UTP berikut kondisi grounding dari
kabel tersebut. Alat bantu ini terdiri
dari dua bagian, yaitu bagian pertama sebagai tester dan bagian kedua sebagai
terminator untuk kabel UTP. Pada alat tersebut terdapat konektor BNC untuk
kabel coaxial dan konektor RJ-45 untuk kabel UTP. Untuk mengecek kabel coaxial,
dengan menghubungkan ujung kabel yang satu ke konektor BNC pada cable tester
dan ujung kabel yang lain dipasang pada terminator (50 ohm). Setelah itu
nyalakan power pada alat tester tersebut dan tekan tombol
Ground
Test. Jika kabel tersebut normal maka lampu indikator akan menyala dan
sebaliknya jika kabel rusak. Sedangkan untuk mengecek kabel UTP, hubungkan
ujung kabel yang satu ke terminator dan ujung lainnya ke tester. Untuk mengecek
kondisi kabel UTP pada dasarnya alat ini menggunakan hubungan kabel pada
pin-pin yang dipergunakan untuk terjadinya hubungan jaringan tersebut. a.
Cable
Tester
Selain
menggunakan multimeter/multitester untuk mengecek kabel jaringan, bisa juga menggunakan
alat bantu yang lebih mudah yaitu cable tester. Alat bantu ini bisa digunakan
untuk mengecek kabel coaxial maupun kabel UTP berikut kondisi grounding dari
kabel tersebut. Alat bantu ini terdiri
dari dua bagian, yaitu bagian pertama sebagai tester dan bagian kedua sebagai
terminator untuk kabel UTP. Pada alat tersebut terdapat konektor BNC untuk
kabel coaxial dan konektor RJ-45 untuk kabel UTP. Untuk mengecek kabel coaxial,
dengan menghubungkan ujung kabel yang satu ke konektor BNC pada cable tester
dan ujung kabel yang lain dipasang pada terminator (50 ohm). Setelah itu
nyalakan power pada alat tester tersebut dan tekan tombol
Ground
Test. Jika kabel tersebut normal maka lampu indikator akan menyala dan
sebaliknya jika kabel rusak. Sedangkan untuk mengecek kabel UTP, hubungkan
ujung kabel yang satu ke terminator dan ujung lainnya ke tester. Untuk mengecek
kondisi kabel UTP pada dasarnya alat ini menggunakan hubungan kabel pada
pin-pin yang dipergunakan untuk terjadinya hubungan jaringan tersebut.

.png)

Tidak ada komentar: