BAB
VII
7.1 Kegiatan Belajar 7 : Piranti Pendukung
Jaringan Komunikasi Data
7.1.1 Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan belajar
satu ini siswa diharapkan dapat memahami kebutuhan komputer terapan untuk
aplikasi jaringan komunikasi data.
7.1.2 Uraian Materi
A. NIC (Network Interface Card)
Perangkat keras sebuah jaringan meliputi
seluruh komputer, kartu antar muka (interface cards) dan perangkat lain yang
diperlukan dalam pengolahan data dan komunikasi pada sebuah jaringan. Kartu
antarmuka jaringan(Network Interface Card atau NIC) menyediakan hubungan secara
fisik antara jaringan dan komputer workstation. Hampir semua NIC terletak di
dalam komputer (internal), terpasang pada slot ekspansi di dalam
komputer.Kualitas NIC menentukan kualitas kecepatan dan daya guna sebuah
jaringan menggunakan NIC tercepat yang sesuai dengan tipikal jaringan,
merupakan sebuah pilihan yang tepat.
Network interface card adalah kartu (papan
elektronik) yang ditanam pada setiap komputer yang terhubung kejaringan.
Beberapa komputer desktop yang dijual di pasaran saat ini sudah dilengkapi
dengan kartu ini. Ada banyak macam kartu jaringan. Dan terdapat tiga hal yang
harus diperhatikan dari suatu NIC yaitu tipe kartu, jenis protokol, dan tipe
kabel yang didukungnya. Ada dua macam tipe kartu, yaitu PCI dan ISA. Sebagai
sedikit penjelasan, pada komputer ada beberapa slot yang disebut expansion
slot. Slot-slot ini saat
pengguna membeli komputer sengaja dibiarkan kosong oleh
pembuat komputer agar pengguna bisa meningkatkan kemampuan komputer dengan menambahkan
beberapa kartu -- misalnya, kartu suara, kartu video, kartu SCSI (untuk membuat
komputer bisa berkomunikasi dengan perangkat berbasis SCSI), atau network card
(untuk membuat komputer bisa berkomunikasi dengan komputer lain dalam
jaringan). Ada dua tipe slot yang banyak dijumpai pada komputer-komputer yang
beredar di pasaran, yaitu slot PCI dan slot ISA.
Slot PCI biasanya adalah yang berwarna
putih, slot ini lebih pendek dibandingkan slot PCI. Slot PCI mendukung
kecepatan I/O (input/output) yang lebih tinggi. Di pasaran, biasanya harga
kartu berbasis PCI lebih mahal. Dari sisi teknologi protokol kartu jaringan,
jenis protokol yang saat ini paling banyak digunakan adalah Ethernet dan Fast
Ethernet. Ada beberapa protokol lain, tetapi kurang populer atau hanya
digunakan untuk keperluan khusus, yaitu Token Ring, FDDI, dan ATM. Dua protokol
terakhir cenderung digunakan pada jaringan besar sebagai backbone (jaringan
tulang punggung yang menghubungkan banyak segmen jaringan yang lebih kecil).
Ethernet mendukung kecepatan transfer data sampai 10Mbps, sedangkan Fast Ethernet
mendukung kecepatan transfer data sampai 100Mbps. Jika memilih untuk
menggunakan protokol Ethernet, harus membeli kartu Ethernet.
Dari sisi
kabel, ada beberapa tipe kabel yang digunakan, yaitu UTP (unshielded twisted
pair), coaxial, dan fiber optik. Yang paling banyak dipilih adalah UTP, karena
murah, kemampuannya memadai dan pemasangannya cenderung lebih mudah. Kabel coaxial
(mirip dengan kabel televisi) dulu banyak digunakan, tetapi saat ini boleh
dibilang sudah hampir tak dilirik karena relatif tidak stabil bila tidak di-ground
dengan baik. Fiber optik merupakan kabel paling mahal (dari sisi instalasi
maupun harga per meter), tetapi kemampuannya mendukung kecepatan transfer data
paling bagus. Pemasangan kabel fiber optik paling rumit, karena itu mahal.
Dalam memilih kartu, harus disesuaikan dengan tipe kabel yang telah/akan
dipasang. Connector/colokan untuk kabel UTP berbentuk mirip dengan kabel
telepon tetapi sedikit lebih besar, port ini dikenal sebagai RJ-45. Ada beberapa
kartu yang mendukung dua atau lebih tipe kabel. Namun jika hanya akan
menggunakan satu tipe kabel, pilihlah kartu yang mendukung satu tipe kabel saja
karena harganya akan jauh lebih murah.
Jika
menggunakan komputer portabel (notebook), untuk berkoneksi ke jaringan dapat
menggunakan kartu PCMCIA. Bentuk kartu ini mirip kartu kredit, tetapi sedikit
tebal. Kartu ini dimasukkan ke port PCMCIA yang ada pada setiap notebook. Jika
untuk komputer desktop sudah tersedia banyak pilihan kartu untuk protokol Fast
Ethernet, untuk PCMCIA pilihan mereknya masih sedikit sehingga harganya sangat
mahal. Jika pada komputer desktop tidak ada kartu kombinasi antara kartu
jaringan dengan kartu modem, pada PCMCIA kombinasi ini justru menjadi salah
satu favorit. Dengan kombinasi ini, dapat menghemat penggunaan slot PCMCIA
dengan hanya menggunakan satu slot untuk dua kegunaan: modem dan jaringan. Saat
ini hampir semua NIC yang beredar di pasaran sudah mendukung Plug-n-Play.
Tiga macam
NIC yang umum digunakan adalah kartu Ethernet, Konektor Local Talk, dan kartu
antar muka jaringan Token Ring. Dari ketiga macam kartu antar muka jaringan
tadi, kartu Ethernet adalah yang paling populer, diikuti oleh Token Ring dan Local
Talk.
1.
Ethernet
Card
Kartu Ethernet menyediakan sambungan
untuk coaxial dan kabel twisted pair. Apabila dirancang untuk kabel coaxial, sambungannya
berupa BNC. Apabila dirancang untuk kabel twisted pair, sambungannya berupa
RJ-45.
2.
Token
Ring Card
Kartu Token Ring persis seperti Ethernet.
Satu bagian yang membedakan adalah tipe konektor di kartu antar muka tersebut.
Kartu Token Ring umumnya mempunyai tipe konektor sembilan pin DIN yang terletak
pada kartu.
B.
Konsentrator
Ethernet
Berikut beberapa konsentrator ethernet yang sering
digunakan dalam perangkat jaringan komputer yaitu :
1)
Hub
Secara
sederhana, hub adalah perangkat penghubung. Pada jaringan bertopologi star, hub
adalah perangkat dengan banyak port yang memungkinkan beberapa titik (dalam hal
ini komputer yang sudah memasang NIC) bergabung menjadi satu jaringan. Pada
jaringan sederhana, salah satu port pada hub terhubung ke komputer server. Bisa
juga hub tak langsung terhubung ke server tetapi juga ke hub lain, ini terutama
terjadi pada jaringan yang cukup besar. Hub memiliki 4 - 24 port plus 1 port
untuk ke disebut sebagai "sharedN Ethernet." Pada jaringan terbagi seperti
itu, setiap anggota hanya akan mendapatkan persentase tertentu dari bandwidth
jaringan yang ada. Misalkan jaringan yang digunakan adalah Ethernet 10Mbps dan
pada jaringan tersebut tersambung 10 komputer, maka secara kasar jika semua
komputer secara bersama mengirimkan
data, bandwidth rata-rata yang bisa digunakan oleh masing-masing anggota jaringan
tersebut hanyalah 1Mbps.
2)
Switch
Switch adalah perluasan dari konsep
bridge. Ada dua arsitektur dasar yang digunakan pada switch, yaitu cut-through
dan store-and-forward. Switch cutthrough memiliki kelebihan di sisi kecepatan
karena ketika sebuah paket datang, switch hanya memperhatikan alamat tujuannya sebelum
meneruskan ke segmen tujuan. Switch store-and-forward, kebalikannya, menerima
dan menganalisa seluruh isi paket sebelum meneruskannya ke tujuan. Waktu yang
diperlukan untuk memeriksa satu paket memakan waktu, tetapi ini memungkinkan
switch untuk mengetahui adanya kerusakan pada paket dan mencegahnya agar tak
mengganggu jaringan. Dengan teknologi terbaru, kecepatan switch
store-andforward ditingkatkan sehingga mendekati kecepatan switch cutthrough.
Di pasaran penggua juga bisa memilih switch
hibryd yang menggabungkan arsitektur cutthrough dan store-and-forward. Dengan
switch, akan mendapatkan keuntungan karenasetiap segmen jaringan memiliki bandwidth
10Mbps penuh, tidak terbagi seperti pada "shared network." Dengan
demikian kecepatan transfer data lebih tinggi. Jaringan yang dibentuk dari sejumlah
switch yang saling terhubung disebut "collapsed backbone." Saat ini
banyak orang memilih menggunakan jaringan Ethernet 10Mbps pada segmensegmennyadan
Fast Ethernet 100Mbps pada koneksi ke server. server atau hub lain. Sebagian hub
terutama dari generasi yang lebih baru bisa ditumpuk (stackable) untuk
mendukung jumlah port yang lebih banyak. Jumlah tumpukan maksimal bergantung
dari merek hub, ratarata mencapai 5 - 8. Hub yang bisa ditumpuk biasanya pada bagian
belakangnya terdapat 2 port untuk menghubungkan antar hub. Hub hanya memungkinkan pengguna untuk berbagi
(share) jalur yang sama. Kumpulan hub yang membentuk jaringan hub.
3)
Bridge
Bridge adalah perangkat yang berfungsi
menghubungkan beberapa jaringan terpisah. Bridge bisa menghubungkan tipe jaringan
berbeda (seperti Ethernet dan Fast Ethernet) atau tipe jaringan yang sama.
Bridge memetakan alamat Ethernet dari setiap node yang ada pada masing-masing
segmen jaringan dan memperbolehkan hanya lalu lintas data yang diperlukan melintasi
bridge. Ketika menerima sebuah paket, bridge menentukan segmen tujuan dan
sumber. Jika segmennya sama, paket akan ditolak; jika segmennya berbeda, paket
diteruskan ke segmen tujuannya. Bridge juga bisa mencegah pesan rusak untuk tak
menyebar keluar dari satu segmen.
4)
Router
Router bekerja dengan cara yang mirip
dengan bridge. Perbedaannya, router menyaring (filter) lalu lintas data. Router
menterjemahkan informasi dari satu jaringan ke jaringan lain. Router
mengarahkan jalur yang terbaik bagi sebuah pesan/data, berdasarkan alamat
sumber dan alamat tujuannya. Apabila pada sebuah sambungan terdapat kesalahan,
maka router harus dapat memilih jalur alternatif.
C.
Printer
Server
Pada jaringan komputer, tidak hanya file
atau data yang dapat digunakan bersama-sama, printer juga dapat dipakai secara
bersama-sama oleh semua komputer yang terhubung di jaringan LAN. Printer server
adalah alat yang dapat digunakan untuk mengakses printer atau gadget lain
(scanner,external hard drive, flash drive, memory card reader, USB Webcam, USB Speaker)
dari komputer mana saja tanpa harus ada komputer yang bertindak
sebagai server. Didesain untuk berbagi
USB dengan seluruh jaringan (Print LAN) di rumah maupun di kantor. Terdapat dua
cara yang bisa digunakan untuk mengaplikasikan fungsi
print server jaringan, yaitu :
1.
.
Dengan memanfaatkan satu komputer yang terkoneksi secara langsung ke printer
yang kemudian dishare dan dipakai secara bersamaan pada jaringan LAN.
2.
Menggunakan
peralatan tambahan (print server), yang dapat digunakan dengan mudah dan tidak
perlu menyediakan komputer untuk aplikasinya.
D.
Wireless
Access Point
Access Point dapat dianalogikan dengan
hub dan repeater pada wired LAN, Access Point dapat menerima dari berbagai
peralatan WiFi dan dapat juga meneruskan sinyal ke berbagai peralatan WiFi.
Access Point dapat menggabungkan jaringan Wireless dengan wired dan dapat
memperbesar jangakauan WLAN. Wireless Access Point adalah suatu piranti yang
memungkinkan piranti nirkabel untuk terhubung ke dalam jaringan dengan
menggunakan Wi-Fi, bluetooth atau standar lain. WAP biasanya tersambung ke
suatu router sehingga dapat meneruskan data antara berbagai piranti nirkabel
dengan jaringan berkabel pada suatu jaringan. Standar yang diterapkan untuk WAP
ditetapkan oleh IEEE dan sebagian besar menggunakan IEEE.802.11. Pada umumnya
access point memiliki beberapa fitur tambahan antara lain :
1.
DHCP
Server
DHCP merupakan protokol yang digunakan
untuk keperluan alokasi IP secara otommatis sehingga pengguna komputer client
tidak perlu melakukan konfigurasi IP secara manual.
2.
Firewall
Firewall merupakan perangkat lunak
untuk keperluan keamanan, biasanya digunakan untuk mengatur akses keluar masuk jaringan
lokal.
3.
NAT
(Network Address Translation)
NAT merupakan suatu teknik yang
memungkinkan komputerkomputer dengan IP address private atau lokal tetap dapat mengakses
internet (IP address public), NAT banyak digunakan pada kantor atau warung
internet yang memiliki alokasi IP address public terbatas.
4.
ADSL
(Dial up modem)
Access point memiliki fitur sebagai
modem sehingga akses internet lewat provider dapat dilakukan tanpa bantuan
modem tambahan.
5.
Wireless
Bridge
Fitur ini memungkinkan access point
untuk menghubungkan satu jaringan wirelessdengan jaringan wireless lainnya.
Access
point yang memiliki fitur bermacam-macam disebut juga router atau gateway, dan
memiliki fungsi lebih luas seperti sharing internet, alokasi IP address secara
dinamis, routing, firewall dan sebagainya.

.png)

Tidak ada komentar: