KOMPUTER TERAPAN KELAS XI - Teknologi ku

Rabu, 01 November 2017

KOMPUTER TERAPAN KELAS XI



BAB VII

7.1 Kegiatan Belajar 7 : Piranti Pendukung Jaringan Komunikasi Data

7.1.1 Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti kegiatan belajar satu ini siswa diharapkan dapat memahami kebutuhan komputer terapan untuk aplikasi jaringan komunikasi data.

7.1.2 Uraian Materi

A.   NIC (Network Interface Card)

Perangkat keras sebuah jaringan meliputi seluruh komputer, kartu antar muka (interface cards) dan perangkat lain yang diperlukan dalam pengolahan data dan komunikasi pada sebuah jaringan. Kartu antarmuka jaringan(Network Interface Card atau NIC) menyediakan hubungan secara fisik antara jaringan dan komputer workstation. Hampir semua NIC terletak di dalam komputer (internal), terpasang pada slot ekspansi di dalam komputer.Kualitas NIC menentukan kualitas kecepatan dan daya guna sebuah jaringan menggunakan NIC tercepat yang sesuai dengan tipikal jaringan, merupakan sebuah pilihan yang tepat.

Network interface card adalah kartu (papan elektronik) yang ditanam pada setiap komputer yang terhubung kejaringan. Beberapa komputer desktop yang dijual di pasaran saat ini sudah dilengkapi dengan kartu ini. Ada banyak macam kartu jaringan. Dan terdapat tiga hal yang harus diperhatikan dari suatu NIC yaitu tipe kartu, jenis protokol, dan tipe kabel yang didukungnya. Ada dua macam tipe kartu, yaitu PCI dan ISA. Sebagai sedikit penjelasan, pada komputer ada beberapa slot yang disebut expansion slot. Slot-slot ini saat
pengguna membeli komputer sengaja dibiarkan kosong oleh pembuat komputer agar pengguna bisa meningkatkan kemampuan komputer dengan menambahkan beberapa kartu -- misalnya, kartu suara, kartu video, kartu SCSI (untuk membuat komputer bisa berkomunikasi dengan perangkat berbasis SCSI), atau network card (untuk membuat komputer bisa berkomunikasi dengan komputer lain dalam jaringan). Ada dua tipe slot yang banyak dijumpai pada komputer-komputer yang beredar di pasaran, yaitu slot PCI dan slot ISA.

Slot PCI biasanya adalah yang berwarna putih, slot ini lebih pendek dibandingkan slot PCI. Slot PCI mendukung kecepatan I/O (input/output) yang lebih tinggi. Di pasaran, biasanya harga kartu berbasis PCI lebih mahal. Dari sisi teknologi protokol kartu jaringan, jenis protokol yang saat ini paling banyak digunakan adalah Ethernet dan Fast Ethernet. Ada beberapa protokol lain, tetapi kurang populer atau hanya digunakan untuk keperluan khusus, yaitu Token Ring, FDDI, dan ATM. Dua protokol terakhir cenderung digunakan pada jaringan besar sebagai backbone (jaringan tulang punggung yang menghubungkan banyak segmen jaringan yang lebih kecil). Ethernet mendukung kecepatan transfer data sampai 10Mbps, sedangkan Fast Ethernet mendukung kecepatan transfer data sampai 100Mbps. Jika memilih untuk menggunakan protokol Ethernet, harus membeli kartu Ethernet.

Dari sisi kabel, ada beberapa tipe kabel yang digunakan, yaitu UTP (unshielded twisted pair), coaxial, dan fiber optik. Yang paling banyak dipilih adalah UTP, karena murah, kemampuannya memadai dan pemasangannya cenderung lebih mudah. Kabel coaxial (mirip dengan kabel televisi) dulu banyak digunakan, tetapi saat ini boleh dibilang sudah hampir tak dilirik karena relatif tidak stabil bila tidak di-ground dengan baik. Fiber optik merupakan kabel paling mahal (dari sisi instalasi maupun harga per meter), tetapi kemampuannya mendukung kecepatan transfer data paling bagus. Pemasangan kabel fiber optik paling rumit, karena itu mahal. Dalam memilih kartu, harus disesuaikan dengan tipe kabel yang telah/akan dipasang. Connector/colokan untuk kabel UTP berbentuk mirip dengan kabel telepon tetapi sedikit lebih besar, port ini dikenal sebagai RJ-45. Ada beberapa kartu yang mendukung dua atau lebih tipe kabel. Namun jika hanya akan menggunakan satu tipe kabel, pilihlah kartu yang mendukung satu tipe kabel saja karena harganya akan jauh lebih murah.

Jika menggunakan komputer portabel (notebook), untuk berkoneksi ke jaringan dapat menggunakan kartu PCMCIA. Bentuk kartu ini mirip kartu kredit, tetapi sedikit tebal. Kartu ini dimasukkan ke port PCMCIA yang ada pada setiap notebook. Jika untuk komputer desktop sudah tersedia banyak pilihan kartu untuk protokol Fast Ethernet, untuk PCMCIA pilihan mereknya masih sedikit sehingga harganya sangat mahal. Jika pada komputer desktop tidak ada kartu kombinasi antara kartu jaringan dengan kartu modem, pada PCMCIA kombinasi ini justru menjadi salah satu favorit. Dengan kombinasi ini, dapat menghemat penggunaan slot PCMCIA dengan hanya menggunakan satu slot untuk dua kegunaan: modem dan jaringan. Saat ini hampir semua NIC yang beredar di pasaran sudah mendukung Plug-n-Play.

Tiga macam NIC yang umum digunakan adalah kartu Ethernet, Konektor Local Talk, dan kartu antar muka jaringan Token Ring. Dari ketiga macam kartu antar muka jaringan tadi, kartu Ethernet adalah yang paling populer, diikuti oleh Token Ring dan Local Talk.

1.    Ethernet Card

Kartu Ethernet menyediakan sambungan untuk coaxial dan kabel twisted pair. Apabila dirancang untuk kabel coaxial, sambungannya berupa BNC. Apabila dirancang untuk kabel twisted pair, sambungannya berupa RJ-45.

2.    Token Ring Card

Kartu Token Ring persis seperti Ethernet. Satu bagian yang membedakan adalah tipe konektor di kartu antar muka tersebut. Kartu Token Ring umumnya mempunyai tipe konektor sembilan pin DIN yang terletak pada kartu.

B.   Konsentrator Ethernet

Berikut beberapa konsentrator ethernet yang sering digunakan dalam perangkat jaringan komputer yaitu :










1)    Hub

                                    Secara sederhana, hub adalah perangkat penghubung. Pada jaringan bertopologi star, hub adalah perangkat dengan banyak port yang memungkinkan beberapa titik (dalam hal ini komputer yang sudah memasang NIC) bergabung menjadi satu jaringan. Pada jaringan sederhana, salah satu port pada hub terhubung ke komputer server. Bisa juga hub tak langsung terhubung ke server tetapi juga ke hub lain, ini terutama terjadi pada jaringan yang cukup besar. Hub memiliki 4 - 24 port plus 1 port untuk ke disebut sebagai "sharedN Ethernet." Pada jaringan terbagi seperti itu, setiap anggota hanya akan mendapatkan persentase tertentu dari bandwidth jaringan yang ada. Misalkan jaringan yang digunakan adalah Ethernet 10Mbps dan pada jaringan tersebut tersambung 10 komputer, maka secara kasar jika semua komputer secara bersama  mengirimkan data, bandwidth rata-rata yang bisa digunakan oleh masing-masing anggota jaringan tersebut hanyalah 1Mbps.

2)    Switch

Switch adalah perluasan dari konsep bridge. Ada dua arsitektur dasar yang digunakan pada switch, yaitu cut-through dan store-and-forward. Switch cutthrough memiliki kelebihan di sisi kecepatan karena ketika sebuah paket datang, switch hanya memperhatikan alamat tujuannya sebelum meneruskan ke segmen tujuan. Switch store-and-forward, kebalikannya, menerima dan menganalisa seluruh isi paket sebelum meneruskannya ke tujuan. Waktu yang diperlukan untuk memeriksa satu paket memakan waktu, tetapi ini memungkinkan switch untuk mengetahui adanya kerusakan pada paket dan mencegahnya agar tak mengganggu jaringan. Dengan teknologi terbaru, kecepatan switch store-andforward ditingkatkan sehingga mendekati kecepatan switch cutthrough.

 Di pasaran penggua juga bisa memilih switch hibryd yang menggabungkan arsitektur cutthrough dan store-and-forward. Dengan switch, akan mendapatkan keuntungan karenasetiap segmen jaringan memiliki bandwidth 10Mbps penuh, tidak terbagi seperti pada "shared network." Dengan demikian kecepatan transfer data lebih tinggi. Jaringan yang dibentuk dari sejumlah switch yang saling terhubung disebut "collapsed backbone." Saat ini banyak orang memilih menggunakan jaringan Ethernet 10Mbps pada segmensegmennyadan Fast Ethernet 100Mbps pada koneksi ke server. server atau hub lain. Sebagian hub terutama dari generasi yang lebih baru bisa ditumpuk (stackable) untuk mendukung jumlah port yang lebih banyak. Jumlah tumpukan maksimal bergantung dari merek hub, ratarata mencapai 5 - 8. Hub yang bisa ditumpuk biasanya pada bagian belakangnya terdapat 2 port untuk menghubungkan antar hub.  Hub hanya memungkinkan pengguna untuk berbagi (share) jalur yang sama. Kumpulan hub yang membentuk jaringan hub.

3)    Bridge

Bridge adalah perangkat yang berfungsi menghubungkan beberapa jaringan terpisah. Bridge bisa menghubungkan tipe jaringan berbeda (seperti Ethernet dan Fast Ethernet) atau tipe jaringan yang sama. Bridge memetakan alamat Ethernet dari setiap node yang ada pada masing-masing segmen jaringan dan memperbolehkan hanya lalu lintas data yang diperlukan melintasi bridge. Ketika menerima sebuah paket, bridge menentukan segmen tujuan dan sumber. Jika segmennya sama, paket akan ditolak; jika segmennya berbeda, paket diteruskan ke segmen tujuannya. Bridge juga bisa mencegah pesan rusak untuk tak menyebar keluar dari satu segmen.


4)    Router

Router bekerja dengan cara yang mirip dengan bridge. Perbedaannya, router menyaring (filter) lalu lintas data. Router menterjemahkan informasi dari satu jaringan ke jaringan lain. Router mengarahkan jalur yang terbaik bagi sebuah pesan/data, berdasarkan alamat sumber dan alamat tujuannya. Apabila pada sebuah sambungan terdapat kesalahan, maka router harus dapat memilih jalur alternatif.

C.   Printer Server

Pada jaringan komputer, tidak hanya file atau data yang dapat digunakan bersama-sama, printer juga dapat dipakai secara bersama-sama oleh semua komputer yang terhubung di jaringan LAN. Printer server adalah alat yang dapat digunakan untuk mengakses printer atau gadget lain (scanner,external hard drive, flash drive, memory card reader, USB Webcam, USB Speaker) dari komputer mana saja tanpa harus ada komputer yang bertindak
sebagai server. Didesain untuk berbagi USB dengan seluruh jaringan (Print LAN) di rumah maupun di kantor. Terdapat dua cara yang bisa digunakan untuk mengaplikasikan fungsi
print server jaringan, yaitu :

1.    . Dengan memanfaatkan satu komputer yang terkoneksi secara langsung ke printer yang kemudian dishare dan dipakai secara bersamaan pada jaringan LAN.

2.    Menggunakan peralatan tambahan (print server), yang dapat digunakan dengan mudah dan tidak perlu menyediakan komputer untuk aplikasinya.

D.   Wireless Access Point

Access Point dapat dianalogikan dengan hub dan repeater pada wired LAN, Access Point dapat menerima dari berbagai peralatan WiFi dan dapat juga meneruskan sinyal ke berbagai peralatan WiFi. Access Point dapat menggabungkan jaringan Wireless dengan wired dan dapat memperbesar jangakauan WLAN. Wireless Access Point adalah suatu piranti yang memungkinkan piranti nirkabel untuk terhubung ke dalam jaringan dengan menggunakan Wi-Fi, bluetooth atau standar lain. WAP biasanya tersambung ke suatu router sehingga dapat meneruskan data antara berbagai piranti nirkabel dengan jaringan berkabel pada suatu jaringan. Standar yang diterapkan untuk WAP ditetapkan oleh IEEE dan sebagian besar menggunakan IEEE.802.11. Pada umumnya access point memiliki beberapa fitur tambahan antara lain :

1.    DHCP Server

DHCP merupakan protokol yang digunakan untuk keperluan alokasi IP secara otommatis sehingga pengguna komputer client tidak perlu melakukan konfigurasi IP secara manual.

2.    Firewall

Firewall merupakan perangkat lunak untuk keperluan keamanan, biasanya digunakan untuk mengatur akses keluar masuk jaringan lokal.

3.    NAT (Network Address Translation)

NAT merupakan suatu teknik yang memungkinkan komputerkomputer dengan IP address private atau lokal tetap dapat mengakses internet (IP address public), NAT banyak digunakan pada kantor atau warung internet yang memiliki alokasi IP address public terbatas.

4.    ADSL (Dial up modem)

Access point memiliki fitur sebagai modem sehingga akses internet lewat provider dapat dilakukan tanpa bantuan modem tambahan.

5.    Wireless Bridge

Fitur ini memungkinkan access point untuk menghubungkan satu jaringan wirelessdengan jaringan wireless lainnya.


Access point yang memiliki fitur bermacam-macam disebut juga router atau gateway, dan memiliki fungsi lebih luas seperti sharing internet, alokasi IP address secara dinamis, routing, firewall dan sebagainya.

Tidak ada komentar:

@way2themes