BAB II
2.1. Kegiatan Belajar 2 : Mikrokontroler
2.1.1 Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan belajar satu ini siswa diharapkan dapat mengetahui macam dan
jenis mikrokontroler populer.
2.1.2 Uraian Materi
A. Pengantar
Mikrokontroler
Mikrokontroler adalah sebuah komputer kecil di dalam satu IC yang berisi
CPU, memori, timer, saluran komunikasi serial dan paralel, port input/output,
ADC. Mikrokontroler digunakan untuk suatu tugas dan menjalankan suatu program.
Mikrokontroler disebut juga MCU adalah salah satu komponen elektronik atau IC
yang memiliki beberapa sifat seperti komputer, yaitu: CPU (Central Processing
Unit) atau unit pemprosesan terpusat, kode memori, data memori, I/O (port untuk
input dan output), bentuknya yang kecil dan harganya murah sehingga dapat
dicangkokkan (embedded) di dalam berbagai peralatan. Pada saat ini penggunaan mikrokontroler
dapat ditemui pada berbagai peralatan misalnya peralatan yang terdapat di rumah
seperti telepon digital, microwave oven, televisi, mesin cuci, sistem keamanan
rumah dan lainlain. Mikrokontroler dapat digunakan untuk berbagai aplikasi
misalnya untuk pengendalian, otomasi industri, akuisisi data, telekomunikasi dan lain-lain. Keuntungan menggunakan mikrokontroler
adalah harganya murah, dapat diprogram berulang kali, dan dapat diprogram
sesuai dengan kebutuhan. Mikrokontroler dapat dikatakan termasuk dalam kategori
special purpose computer.
Prosesor atau mikroprosesor adalah suatu perangkat
digital berupa Chip atauIC (Integrated Circuit) yang digunakan untuk memproses
data biner. Alat iniberisi ALU (Arithmetic and Logic Unit), register-register, Control Unit dan sistem interkoneksi atau BUS internal. Bila
sebuah prosesor dilengkapi dengan memory (RAM & ROM) dan fasilitas
Input/Output internal, biasanya disebut mikrokontroler. Mikrokontroler dapat diprogram melalui program software yang
dapat menulis, membaca dan dihapus isi mikrokontroler tersebut. Mikrokontroler
sering digunakan dalam beberapa peralatan otomatis seperti pengontrol mesin di
mobil, pengontrol jarak jauh, mesin cuci otomatis, pengkondisian udara (AC)
peralatan perkantoran dan lain-lain. Keuntungan dari penggunaan mikrokontroler yaitu ukuran peralatan yang lebih kecil, mengurangi biaya dan
konsumsi listrik.
Sebuah sistem mikroprosesor yang terdiri dari
prosesor, memory dan I/O dikemas dalam keping tunggal atau single chip IC.
Dengan cara ini, maka pengguna atau user tidak perlu melengkapi keping tunggal
ini dengan beragam IC lain seperti clock generator, addres latcher, chip selector,
memory dan PPI (Programmable Peripheral Interface) atau lainnya. Variasi
register di dalam sebuah mikroprosesor sangat beragam bergantung pada tipe, fungsi khusus
yang diinginkan dan pabrik pembuatnya. Karena mikrokontroler telah dilengkapi
dengan berbagai peripheral yang sudah terdapat pada satu chip IC maka
mikrokontroler memiliki keunggulan berikut ini :
1)
Harga yang
lebih ekonomis .
2)
Sistem yang
jauh lebih kompak dan ringkas.
3)
Tingkat
keamanan dan akurasi yang lebih baik.
4)
Kemudahan
dalam penggunaannya untuk sistem yang berbasis mikrokontroler
Mikrokontroler yang beredar saat ini dapat
dibedakan menjadi 2 macam berdasarkan arsitekturnya yaitu :
1)
CISC (Complex
Instruction Set Computing)
CISC memiliki jumlah instruksi yang lebih banyak tetapi
memiliki fasilitas internal yang minimal (seri AT89 memiliki 255 instruksi).
Program assembly pada CISC menjadi lebih sederhana karena sudah ada instruksi
yang kompleks. Untuk membuat instruksi yang kompleks seperti instruksi perkalian,
pembagian dan instruksi lain yang rumit maka diperlukan hardware yang kompleks juga. Dibutuhkan ribuan gerbang logik
transistor untuk membuat prosesor CISC. Instruksi yang kompleks juga
membutuhkan jumlah siklus mesin yang lebih panjang untuk dapat menyelesaikan eksekusinya.
2) RISC
(Reduced Instruction Set Computing)
RISC memiliki
fasilitas internal yang lebih banyak tetapi memiliki jumlah instruksi yang
minimal (seri PIC16F hanya ada sekitar 30 lebih instruksi). Program asssembly
dengan arsitektur RISC menjadi lebih kompleks bila dibandingkan dengan CISC
karena hampir semua instruksi RISC adalah instruksi dasar yang umumnya hanya
memerlukan 1 siklus mesin untuk menjalankannya. Misalnya pada RISC tidak mendukung instruksi untuk perkalian sehingga untuk membuat program perkalian harus menggunakan
instruksi dasar seperti instruksi penjumlahan dan lain-lain. Pada arsitektur RISC tidak
diperlukan hardware yang kompleks, prosesor yang tidak rumit akan semakin cepat
dan handal. Untuk merealisasikan instruksi dasar yang jumlahnya tidak banyak maka RISC tidak
memerlukan gerbang logik yang banyak membuat dimensi IC dan konsumsi dayanya umumnya lebih
kecil dibandingkan arsitektur CISC.
Beberapa jenis mikro kontroler antaralain :
1.
AVR
Mikrokonktroler Alv and Vegards
Risc processor atau sering disingkat AVR merupakan mikrokonktroler RISC 8 bit.
Karena RISC inilah sebagian besar kode instruksinya dikemas dalam satu siklus clock. AVR adalah jenis mikrokontroler yang paling sering
dipakai dalam bidang elektronika dan instrumentasi. Secara umum, AVR dapat
dikelompokkan dalam 4 kelas. Pada dasarnya yang membedakan masing-masing kelas
adalah memori, peripheral dan fungsinya. Keempat kelas tersebut adalah keluarga
ATTiny, keluarga AT90Sxx, keluarga ATMega dan AT86RFxx.
2.
MCS-51
Mikrokonktroler ini
termasuk dalam keluarga mikrokonktroler CISC. Sebagian besarinstruksinya dieksekusi dalam 12 siklus clock. Mikrokontroler ini berdasarkan
arsitektur Harvard dan meskipun awalnya dirancang untuk aplikasi mikrokontroler
chip tunggal, sebuah mode perluasan telah mengizinkan sebuah ROM luar 64KB dan
RAM luar 64KB diberikan alamat dengan cara jalur pemilihan chip yang terpisah
untuk akses program dan memori data. Salah satu kemampuan dari mikrokontroler
8051 adalah pemasukan sebuah mesin pemroses boolean yang mengijikan operasi logika boolean
tingkatan-bit dapat dilakukan secara langsung dan secara efisien dalam register
internal dan RAM. Karena itulah MCS51 digunakan dalam rancangan awal PLC (programmable Logic
Control).
3.
PIC
Pada awalnya, PIC merupakan
kependekan dari Programmable Interface Controller. Tetapi pada perkembangannya
berubah menjadi Programmable Intelligent Computer. PIC termasuk keluarga
mikrokonktroler berarsitektur Harvard yang dibuat oleh Microchip Technology. Awalnya
dikembangkan oleh Divisi Mikroelektronik General Instruments dengan nama
PIC1640. Sekarang Microhip telah mengumumkan pembuatan PICnya yang keenam.
4.
ARM
ARM adalah prosesor dengan
arsitektur set instruksi 32bit RISC (Reduced Instruction Set Computer) yang
dikembangkan oleh ARM Holdings. ARM merupakan singkatan dari Advanced RISC Machine (sebelumnya lebih dikenal dengan kepanjangan Acorn RISC
Machine). Pada awalnya ARM prosesor dikembangkan untuk PC (Personal Computer)
oleh Acorn Computers, sebelum dominasi Intel x86 prosesor Microsoft diIBM PC
kompatibel menyebabkan Acorn Computers bangkrut.
B.
Komputer vs Mikrokontroler
Terdapat beberapa persamaan
antara sebuah komputer dan mikrokontroler antara lain sama-sama memiliki CPU (Central
Processing Unit) atau unit pengolah pusat, sama-sama memiliki RAM (Random
Access Memory) untuk menyimpan data-data sementara. CPU
yang dimilliki tersebut dapat menjalankan program yang tersimpan dalam ROM (Read Only Memory) atau RAM. Serta komputer dan mikrokontroler sama-sama memiliki beberapa unit input dan output (I/O) melalui sensor sebagai input dan actuator sebagai output untuk dapat menjalin komunikasi. Walaupun memiliki banyak persamaan tetapi komputer dan
mikrokontroler juga memiliki banyak perbedaan karena memang memiliki
fungsi dan tujuan yang berbeda, berikut beberapa perbedaan antara lain :
yang dimilliki tersebut dapat menjalankan program yang tersimpan dalam ROM (Read Only Memory) atau RAM. Serta komputer dan mikrokontroler sama-sama memiliki beberapa unit input dan output (I/O) melalui sensor sebagai input dan actuator sebagai output untuk dapat menjalin komunikasi. Walaupun memiliki banyak persamaan tetapi komputer dan
mikrokontroler juga memiliki banyak perbedaan karena memang memiliki
fungsi dan tujuan yang berbeda, berikut beberapa perbedaan antara lain :
·
Kecepatan CPU
CPU pada komputer memiliki banyak variasi dan rata-rata kecepatan
yang bisa dicapai lebih dari 3GHz dan memiliki jumlah core lebih dari satu
untuk setiap unit CPU, sedangkan kecepatan CPU pada sebuah mikrokontroler
biasanya jauh lebih rendah dan pada umumnya masih berada dalam kategori MHz dan memang dikhususkan untuk aplikasi-aplikasi berbasis mikrokontroler.
·
BIOS (Basic
Input Output System)
Sebuah komputer saat
pertama kali dijalankan akan menjalankan program BIOS yang tersimpan dalam ROM
lalu kemudian menjalankan program yang tersimpan dalam media penyimpanan
lainnya. Sementara untuk mikrokontroler saat pertama kali dijalankan akan
menjalankan program yang tersimpan dalam. ROM internalnya dimana memori program
dari mikrokontroler bersifat non-volatile yang akan tetap tersimpan walau tanpa
pasokan listrik. BIOS (Basic Input Output System) Sebuah komputer saat pertama
kali dijalankan akan menjalankan program BIOS yang tersimpan dalam ROM lalu
kemudian menjalankan program yang tersimpan dalam media penyimpanan lainnya.
Sementara untuk mikrokontroler saat pertama kali dijalankan akan menjalankan program yang tersimpan dalam ROM internalnya dimana memori program dari
mikrokontroler bersifat non-volatile yang akan tetap tersimpan walau tanpa
pasokan listrik.
·
Ukuran RAM
RAM pada komputer tersedia dalam berbagai ukuran dan berada dalam kategori ukuran gigabyte serta dapat diupgrade sesuai dengan kebutuhan karena lokasinya yang terpisah dari CPU sehingga mudah untuk ditambahkan, sementara lokasi RAM pada mikrokontroler terintegrasi di dalam chip dan memiliki kapasitas yang jauh lebih rendah.
·
Dukungan Input
dan Output
Berbagai alat input dan output dapat disambungkan ke sebuah komputer dan memiliki dukungan yang sangat luas untuk pengoperasiannya, sementara untuk mikrokontroler dukungan input dan outputnya jauh lebih
sederhana.
· Tujuan
Sebuah komputer dapat
digunakan untuk berbagai tujuan sesuai dengan kebutuhan karena bisa
memanfaatkan berbagai aplikasi perangkat lunak yang tersedia baik untuk
kebutuhan perkantoran, hiburan, ataupun multimedia. Sementara untuk
mikrokontroler digunakan untuk mencapai sebuah tujuan dan biasanya telah
diprogram secara khusus untuk mencapai tujuan tersebut.Dukungan Input dan
Output Berbagai alat input dan output dapat disambungkan ke sebuah komputer dan
memiliki dukungan yang sangat luas untuk pengoperasiannya, sementara untuk
mikrokontroler dukungan input dan outputnya jauh lebih sederhana.
Berdasarkan perbedaan dalam aplikasi dan fasilitas,
mikrokontroler mempunyai set instruksi (Instruction Set) yang berbeda dengan
mikroprosesor lainnya. Set instruksi mikroprosesor tersebut bersifat processing
intensive untuk operasi data volume besar, yang
dapat beroperasi secara bit, nibble, byte atau word. Beragam mode pengalamatan (addressing mode) memungkinkan akses ke lokasi dapat dilakukan secara fleksibel baik data array yang besar, memakai pointer alamat, offset dan lain-lain. Di sisi lain mikrokontroler mempunyai instruksi yang bekaitan dengan kontrol dari Input dan Output. Antaramuka (interfacing) ke berbagai Input dan Output dapat dilakukan dengan operasi bit maupun byte. Jika dibandingkan antara mikroprosesor, mikro-komputer, dan mikrokontroler maka mikroprosesor adalah Central Processing Unit (CPU) di dalam single chip dimana komponen CPU terdiri dari Arithmatic and Logic Unit (ALU), instruction decoder, register dan lain-lain. Lalu mikro-komputer merupakan mikroprosesor yang telah dihubungkan dengan rangkaian pendukung, komponen input/output dan memori (program dan data) ditempatkan bersama untuk membentuk komputer kecil khususnya untuk akuisisi data dan aplikasi kontrol. Jika komponen yang menyusun sebuah mikro-komputer diletakkan bersama di dalam single chip silicon maka disebut mikrokontroler dimana di dalam mikrokontroler tersebut berisi CPU, memori, timer, port serial dan paralel, port input/output, ADC.
dapat beroperasi secara bit, nibble, byte atau word. Beragam mode pengalamatan (addressing mode) memungkinkan akses ke lokasi dapat dilakukan secara fleksibel baik data array yang besar, memakai pointer alamat, offset dan lain-lain. Di sisi lain mikrokontroler mempunyai instruksi yang bekaitan dengan kontrol dari Input dan Output. Antaramuka (interfacing) ke berbagai Input dan Output dapat dilakukan dengan operasi bit maupun byte. Jika dibandingkan antara mikroprosesor, mikro-komputer, dan mikrokontroler maka mikroprosesor adalah Central Processing Unit (CPU) di dalam single chip dimana komponen CPU terdiri dari Arithmatic and Logic Unit (ALU), instruction decoder, register dan lain-lain. Lalu mikro-komputer merupakan mikroprosesor yang telah dihubungkan dengan rangkaian pendukung, komponen input/output dan memori (program dan data) ditempatkan bersama untuk membentuk komputer kecil khususnya untuk akuisisi data dan aplikasi kontrol. Jika komponen yang menyusun sebuah mikro-komputer diletakkan bersama di dalam single chip silicon maka disebut mikrokontroler dimana di dalam mikrokontroler tersebut berisi CPU, memori, timer, port serial dan paralel, port input/output, ADC.
C.
Komponen
Mikrokontroler
Chip mikrokontroler terdiri atas berbagai komponen
yang terintegrasi antara lain sebagai berikut :
ü Otak mikrokontroler yang terdiri atas ALU,
Instruction Decoder, Accumulator dan Control Logic.
ü Jantung
mikrokontroler berasal dari detak OSC.
ü SFR (Special Function Register) yang bertugas menyimpan
datadata sementara selama proses berlangsung). Sebagian ada yang langsung
berhubungan dengan
I/O dari mikrokontroler yang bersangkutan dan sebagian lain berhubungan dengan berbagai macam operasional mikrokontroler.
I/O dari mikrokontroler yang bersangkutan dan sebagian lain berhubungan dengan berbagai macam operasional mikrokontroler.
ü Instruction Decoder bertugas menerjemahkan setiap
instruksi yang ada di dalam Program Memory (hasil dari pemrograman yang kita
buat sebelumnya).
ü Memori RAM atau RAM Memory bisa digunakan sebagai
tempat penyimpan sementara
ü ADC atau Analog to Digital Converter (tidak setiap
mikrokontroler memiliki ADCinternal), digunakan untuk mengubah data-data analog
menjadi digital untuk diolah ataudiproses lebih lanjut.
ü Timer atau Counter digunakan sebagai pewaktu atau
pencacah, sebagai pewaktu fungsinya seperti sebuah jam digital dan bisa diatur
cara kerjanya. Sedangkan pencacah lebih digunakan sebagai penghitung atau
pencacah event atau bisa juga digunakan untuk menghitung berapa jumlah pulsa
dalam satu detik dan lain sebagainya. Biasanya sebuah mikrokontroler bisa
memiliki lebihd dari 1 timer.
ü EEPROM (sama seperti RAM hanya saja tetap akan
menyimpandata walaupun tidak mendapatkan sumber listrik/daya) dan port-port I/O
untuk masukan/luaran, untuk melakukan komunikasi dengan periferal eksternal
mikrokontroler seperti sensor dan aktuator.
ü RISC (Reduced Instruction Set Computing), memiliki
fasilitas internal yang lebih banyak tetapi memiliki jumlah instruksi yang
minimal (seri PIC16F hanya ada sekitar 30 lebih instruksi).
D.
Pemrograman
Mikrokontroler
Bahasa C telah digunakan untuk mengembangkan berbagai jenis permasalahan pemrograman, dari level operating system (unix, linux, ms dos, dsb), aplikasi perkantoran (text editor, word processor, spreadsheet, dsb), bahkan sampai pengembangan sistem pakar (expert system). Kompiler C juga telah tersedia di semua jenis platform komputer, mulai dari Macintosh, UNIX, PC, Micro PC, sampai super komputer. C adalah bahasa pemrograman universal dan paling dasar. Bisa juga disebut bahasa pemrograman tingkat menengah (middle level programming language), karena memiliki kemampuan mengakses fungsi-fungsi dan perintahperintah dasar bahasa mesin/hardware (machine basic instruction set).
Semakin tinggi tingkat bahasa pemrograman (misalnya: java), semakin mudahlah bahasa pemrograman dipahami manusia, namun membawa pengaruh semakin berkurang kemampuan untuk mengakses langsung instruksi dasar bahasa mesin. Bahasa pemrograman C adalah bahasa yang terdiri dari satu atau lebih fungsi-fungsi. Fungsi main() adalah fungsi utama dan harus ada pada program C karena fungsi main() ini adalah fungsi pertama yang
akan diproses pada saat program di kompile dan dijalankan. Jadi bisa dikatakan bahwa fungsi main() adalah fungsi yang mengontrol fungsi-fungsi lain.
Beberapa alasan mengapa bahasa pemrograman C
dipakai secara universal antara lain :
a) C sangat populer, maka dengan banyaknya programmer
bahasa C, akan memudahkan seorang programmer untuk berdiskusi dan menemukan
pemecahan masalah yang dihadapi ketika menulis program dalam bahasa C
b) C memiliki portabilitas tinggi, Dengan adanya
standarisasi ANSI untuk bahasa C, maka program C yang ditulis untuk satu jenis
platform, bisa dikompile dan jalankan di platform lain dengan tanpa atau hanya
sedikit perubahan.
c) C adalah bahasa pemrograman dengan kata kunci
(keyword) sedikit, Kata kunci disini adalah merupakan fungsi ataupun kata dasar
yang disediakan oleh kompiler suatu bahasa pemrograman. Dengan keyword yang
sedikit maka menulis program dengan C bisa menjadi lebih mudah.
d) Proses eksekusi program C yang sangat cepat.
e) Bahasa C sangat fleksibel, artinya dengan menguasai
bahasa C, seorang programmer bisa menulis dan mengembangkan berbagai jenis
program lainnya mulai dari operating system, word
processor, graphic processor, spreadsheets, ataupun kompiler untuk suatu bahasa pemrograman.
processor, graphic processor, spreadsheets, ataupun kompiler untuk suatu bahasa pemrograman.
f) C adalah bahasa pemrograman yang bersifat moduler,
artinya program C ditulis dalam routine yang dipanggil dengan fungsi, dan fungsi-fungsi
yang telah dibuat bisa digunakan kembali (reuse)
dalam program ataupun aplikasi lain.
dalam program ataupun aplikasi lain.
E.
PIC
(Programmable Interface Controller)
PIC merupakan
mikrokontroler yang diproduksi oleh Microchip dan dapat menggantikan fungsi
dari ratusan IC atau transistor. PIC sangat popular karena harganya yang murah,
kemampuannya untuk dapat bekerja dengan berbagai jenis aplikasi serta banyaknya
sumber informasi yang tersedia untuk mikrokontroler ini. PIC dapat diprogram
melalui serial port dan USB serta dapat diprogram berkali-kali karena
menggunakan flash memori. Perangkat lunak penunjang PIC merupakan perangkat
lunak open source membuatnya mudah
digunakan oleh siapa saja.
Untuk dapat menggunakan PIC, berikut beberapa hal
yang diperlukan, antara lain :
a) PIC Compiler, merupakan perangkat lunak yang
digunakan untuk menulis program lalu mengkompilasi program tersebut menjadi
bahasa assembler dan bahasa mesin (hex file).
b) Winpic800, merupakan perangkat lunak yang digunakan
untuk mengirim hex file ke PIC.
c) PIC Programmer, merupakan alat atau perangkat keras
yang digunakan untuk menuliskan program dari computer ke PIC. Yang umum
digunakan saat ini adalah ICSP (In Circuit Serial Programming) yaitu antar muka
serial yang digunakan PC untuk mendownload suatu program kedalam program memori
di PIC.
d) Rangkaian Dasar, adalah rangkaian minimal yang diperlukan agar PIC dapat bekerja. Rangkaian ini memerlukan PIC, Tombol Reset, Catu Daya 5 V dan Oscillator. Dengan adanya rangkaian dasar ini maka PIC siap dioperasikan.
d) Rangkaian Dasar, adalah rangkaian minimal yang diperlukan agar PIC dapat bekerja. Rangkaian ini memerlukan PIC, Tombol Reset, Catu Daya 5 V dan Oscillator. Dengan adanya rangkaian dasar ini maka PIC siap dioperasikan.
F.
AVR ATMega
16
Keluarga Mikrokontroler AVR merupakan mikrokontroler dengan arsitektur modern, terdapat 5 jenis mikrokontroler AVR yaitu:
a) TinyAVR, mikrokontroler (mungil, hanya 8 sampai 32
pin) serbaguna dengan Memori Flash untuk menyimpan program hingga 16K Bytes,
dilengkapi SRAM dan
EEPROM 512 Bytes.
EEPROM 512 Bytes.
b) MegaAVR, mikrokontroler dengan unjuk-kerja tinggi,
dilengkapi Pengali Perangkat keras (Hardware
Multiplier), mampu menyimpan program hingga 256 KBytes, dilengkapi EEPROM 4K
Bytes dan SRAM 8K Bytes.
c) AVR XMEGA, mikrokontroler
AVR 8/16-bit XMEGA memiliki periferal
baru dan canggih dengan unjukkerja, sistem Event dan DMA yang ditingkatkan, serta merupakan pengembangan keluarga AVR untuk pasar low power dan high performance (daya rendah dan unjuk-kerja tinggi).
baru dan canggih dengan unjukkerja, sistem Event dan DMA yang ditingkatkan, serta merupakan pengembangan keluarga AVR untuk pasar low power dan high performance (daya rendah dan unjuk-kerja tinggi).
d) AVR32 UC3, unjuk-kerja
tinggi, mikrokontroler flash AVR32 32-bit daya rendah. Memiliki flash hingga
512 KByte dan SRAM 128 KByte.
e) AVR32 AP7, unjuk-kerja tinggi, prosesor aplikasi AVR32 32-bit daya
rendah, memiliki SRAM hingga 32 KByte.
G.
MCS-51
(8051)
8051 merupakan mikrokontroler buatan Intel corp yang
merupakan bagian dari keluarga MCS-51. AT89C51 merupakan prosesor 8-bit dengan
low power supply dan performansi tinggi yang terdiri dari CMOS dengan Flash Programmable
dan Erasable Read Only Memory (PEROM) sebesar 4 Kbyte didalamnya. Alat tersebut dibuat dengan menggunakan teknologi tinggi nonvolatile
berdensitas tinggi dari ATMEL yang kompatibel dengan keluarga MCS- 51 buatan
Intel yang merupakan standar industri. Dengan menggunakan flash memori, program dapat diisi dan dihapus
secara elektrik, yaitu dengan memberikan kondisi-kondisi tertentu (high / low) pada pin-pinnya
sesuai dengan konfigurasi untuk memprogram atau menghapus. Cara ini lebih
praktis dibandingkan dengan menggunakan EPROM yang penghapusan program atau datanya menggunakan sinar ultraviolet. Fasilitas yang tersedia pada AT89C51
antara lain :
antara lain :
a) 4 Kbytes Flash EEROM dengan kemampuan sampai 1000
kali tulishapus
b) 128 x 8-bit internal RAM.
c) 32-bit atau jalur Input/Output.
d) 2 (dua) buah 16-bit Timer /Counter.
e) 6 (enam)
buah sumber interupsi.
f) Serial Communication Interface.
g) Kompatibel dengan prosesor MCS-51 buatan Intel
Corp.
h) Operasi clock antara 1 sampai 24 MHz.

.png)

Tidak ada komentar: